Satu Amanah Berakhir, Amanah Baru Menanti! Supianto Tutup Masa Tugas di KUA Curup Utara dengan Tabligh Akbar
Rejang Lebong (Humas) — Tidak semua perpisahan harus diwarnai kata-kata panjang. Ada yang cukup ditutup dengan doa, silaturahmi, dan langkah menuju amanah baru. Senin (31/8), menjadi hari yang penuh makna bagi Supianto, S.Ag., M.H.I., yang menutup masa tugasnya sebagai Kepala KUA Kecamatan Curup Utara dengan menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT KEMRI ke-81 di Masjid Agung Baitul Makmur.
Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya satu episode pengabdian Supianto di KUA Curup Utara. Di tengah lantunan shalawat dan pesan-pesan keteladanan Rasulullah SAW, ia hadir bukan sekadar sebagai undangan, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar KUA Curup Utara yang selama ini menjadi ruang pengabdiannya dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Supianto sebelumnya mengemban amanah sebagai Kepala KUA Curup Utara sebelum kemudian mendapatkan tugas baru sebagai Kepala KUA Kecamatan Curup Tengah. Perpindahan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus bentuk kepercayaan untuk melanjutkan pengabdian di tempat yang baru.
Tabligh Akbar pun terasa istimewa. Jika biasanya sebuah kegiatan keagamaan hanya menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah dan menambah ilmu, kali ini kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum refleksi perjalanan pengabdian.
Di Masjid Agung Baitul Makmur, semangat Maulid Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir. Jabatan adalah amanah yang suatu saat harus dipertanggungjawabkan, sementara pengabdian kepada masyarakat harus terus dilanjutkan di mana pun kaki berpijak.
Selama menjalankan amanah di KUA Curup Utara, Supianto tidak hanya berkutat pada urusan administrasi pelayanan nikah. Berbagai aktivitas pelayanan dan kegiatan keagamaan menjadi bagian dari denyut pengabdian KUA kepada masyarakat.
“Hari terakhir di Curup Utara bukan berarti hari terakhir untuk mengabdi. Amanah akan terus berjalan, hanya tempat dan tanggung jawabnya yang berubah,” menjadi semangat yang tergambar dalam momentum tersebut.
Semangat itu sejalan dengan pesan besar Maulid Nabi Muhammad SAW: bahwa seorang pemimpin harus mampu meninggalkan keteladanan, membangun pelayanan, dan menghadirkan manfaat bagi umat.
Pergantian kepemimpinan di KUA Curup Utara menjadi bagian dari estafet organisasi. Setelah Supianto berpindah amanah ke KUA Curup Tengah, tongkat kepemimpinan KUA Curup Utara kini diteruskan oleh H. Bulkis, S.Th.I., M.H.I.
Estafet tersebut bukan sekadar pergantian nama di kursi pimpinan. Lebih dari itu, ada harapan agar semangat pelayanan yang telah dibangun terus bergerak dan semakin kuat.
Bagi Supianto, Curup Utara akan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya. Bagi keluarga besar KUA Curup Utara, kepergiannya bukan sekadar kehilangan seorang pimpinan, tetapi menjadi momentum untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #TablighAkbar#MaulidNabiMuhammadSaw#HUTKEMRIke81#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



