PAI Curup Tengah Isi Tausiah Maulid, Ajak Jama'ah Maknai dan Refleksi Maulid Nabi Muhammad SAW di Tengah Modernitas
Rejang Lebong (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Curup Tengah mengisi tausiah dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 di Musholla Al-Jihad Kelurahan Sukaraja, Senin (31/8) dengan mengajak jamaah untuk tidak sekadar menjadikan peringatan kelahiran Rasulullah SAW sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk memaknai dan merefleksikan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah perkembangan zaman dan modernitas.
Dalam tausiah yang disampaikan di hadapan jamaah, PAI Curup Tengah, Wawan Miharjo, S.Pd.I menguraikan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum penting untuk kembali mengenal sosok Rasulullah SAW sebagai suri teladan bagi seluruh umat manusia. Kemajuan teknologi dan perubahan pola kehidupan di era modern hendaknya tidak menjauhkan umat Islam dari nilai-nilai akhlak mulia yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, perkembangan modernitas membawa banyak kemudahan dalam kehidupan manusia. Namun demikian, kemajuan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan, terutama dalam menjaga akhlak, moral, serta hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi sarana bagi kita untuk melakukan refleksi. Sudah sejauh mana kita menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan, baik dalam keluarga, bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, jamaah diajak untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW seperti siddiq, amanah, tabligh dan fathanah. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan untuk diterapkan di tengah kehidupan modern yang semakin dinamis dan penuh dengan berbagai perubahan.
Wawan juga menekankan pentingnya menjaga adab dalam menggunakan teknologi dan media sosial. Kemajuan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan kebaikan, mempererat silaturahmi serta meningkatkan pengetahuan, bukan justru menjadi sarana untuk menyebarkan kebencian, fitnah maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, jamaah juga diajak untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan memperbanyak membaca shalawat dan berusaha mengamalkan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diungkapkan melalui lisan, tetapi harus dibuktikan melalui perilaku dan akhlak yang mencerminkan ajaran Islam.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, lanjutnya, hendaknya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri. Di tengah kemajuan zaman, umat Islam harus mampu menjaga identitas dan nilai-nilai keislaman dengan tetap menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup.
Jamaah pun tampak antusias mengikuti tausiah yang disampaikan. Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, diharapkan tumbuh semangat baru untuk semakin mencintai Rasulullah SAW, meneladani akhlaknya, serta mengamalkan ajarannya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum spiritual untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak dan membangun kehidupan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah



