Jangan Sampai Kata Menjadi Luka, MTsN 2 Rejang Lebong Ingatkan Murid MTsN 2 Pentingnya Menjaga Lisan
Rejang Lebong, (Humas) — Pentingnya menjaga lisan menjadi pesan utama dalam kegiatan pembinaan murid setelah pelaksanaan sholat Dhuha berjamaah di Mushola MTsN 2 Rejang Lebong, Selasa (8/9/2026). Pesan tersebut disampaikan oleh Zilfia, murid kelas VIII A, melalui ceramah yang mengajak seluruh murid untuk senantiasa berhati-hati dalam berkata dan berkomunikasi dengan orang lain.
Dalam ceramahnya, Zilfia menyampaikan bahwa lisan perlu dijaga karena perkataan yang disampaikan seseorang dapat memberikan dampak kepada orang lain. Ucapan yang dianggap biasa atau sekadar bercanda dapat menjadi sesuatu yang menyakiti hati apabila tidak disampaikan dengan mempertimbangkan perasaan orang lain.
Pesan tersebut kemudian ditegaskan kembali oleh Waka Akademik MTsN 2 Rejang Lebong, Apriliandi, M.Pd., Gr., dalam binaan setelah sholat Dhuha. Ia mengingatkan bahwa menjaga lisan tidak hanya berlaku ketika berbicara secara langsung, tetapi juga ketika berkomunikasi melalui media sosial.
“Menjaga lisan jangan sampai kita menyakiti orang lain dengan perkataan. Sekarang perkataan bukan hanya yang kita ucapkan, tetapi juga yang kita tuliskan di media sosial,” ujar Apriliandi.
Ia secara khusus mengingatkan murid agar berhati-hati ketika menulis komentar, membuat status, maupun mengunggah sesuatu di media sosial. Menurutnya, setiap tulisan dapat dibaca oleh banyak orang dan berpotensi menyinggung perasaan apabila tidak dipikirkan terlebih dahulu.
“Jangan sampai karena ingin berkomentar atau membuat status, kita tidak memikirkan perasaan orang lain. Sebelum menulis, pikirkan dulu apakah tulisan kita bisa menyakiti atau menyinggung orang lain,” lanjutnya.
Apriliandi mengajak murid untuk membangun kebiasaan berpikir sebelum berbicara dan berpikir sebelum mengetik. Sikap tersebut dinilai penting agar murid mampu menggunakan media sosial sebagai ruang komunikasi yang positif dan tetap mencerminkan akhlak yang baik.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, melalui Guru piket, Yeni Oktavia, S.Pd.I., Gr., mengapresiasi ceramah yang disampaikan Zilfia serta penguatan karakter yang diberikan oleh Waka Akademik. Menurutnya, pembinaan setelah sholat berjamaah merupakan bagian dari upaya madrasah untuk mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kehidupan sehari-hari murid.
“Menjaga lisan adalah bagian dari akhlak. Di era digital seperti sekarang, anak-anak juga harus memahami bahwa apa yang ditulis di media sosial memiliki dampak. Karena itu, mereka harus belajar menjaga ucapan sekaligus menjaga tulisan,” ungkap Yeni.
Ia berharap murid MTsN 2 Rejang Lebong dapat membiasakan diri berkomunikasi dengan santun, menghargai perasaan orang lain, serta tidak mudah menuliskan sesuatu ketika sedang emosi.
Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lisan bukan hanya tentang apa yang keluar dari mulut, tetapi juga tentang apa yang keluar melalui jari-jari ketika menggunakan media sosial. Setiap perkataan dan tulisan perlu dipertimbangkan agar tidak menjadi sebab seseorang merasa terluka.
Melalui pembinaan rutin setelah sholat berjamaah, MTsN 2 Rejang Lebong terus menanamkan nilai-nilai keagamaan dan karakter kepada murid. Menjaga lisan, menjaga tulisan, dan menjaga perasaan sesama menjadi langkah sederhana untuk membentuk generasi madrasah yang santun, berakhlak, dan bijak di era digital.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



