Dari Santri, Tumbuh Kader NU: Pelantikan dan Makesta PK IPNU-IPPNU Darul Ma’arif NU Rejang Lebong Berlangsung Khidmat dan sukses
Rejang Lebong, (Humas) – Semangat kaderisasi generasi muda Nahdlatul Ulama terus tumbuh di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong sukses melaksanakan Pelantikan Pengurus sekaligus Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) pada Sabtu–Ahad, 5–6 September 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam tersebut dipusatkan di Gedung BLK Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong dengan mengusung tema “Membentuk Kader Santri yang Unggul, Berakhlakul Karimah, dan Setia pada Nilai-Nilai Ke-NU-an di Era Digital (08/09).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kaderisasi pelajar NU di lingkungan pesantren. Melalui Makesta, para santri tidak hanya diperkenalkan dengan organisasi IPNU-IPPNU, tetapi juga diberikan ruang untuk memahami nilai-nilai ke-NU-an, Aswaja, kepemimpinan, tanggung jawab, dan pentingnya berorganisasi sebagai bagian dari proses membentuk generasi yang siap berkhidmah kepada agama, masyarakat, dan bangsa.
Dalam prosesi pelantikan, sebanyak 14 pengurus IPNU dan 10 pengurus IPPNU PK Darul Ma’arif NU Rejang Lebong resmi dilantik untuk mengemban amanah organisasi pada masa khidmat 2026–2027.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU Rejang Lebong, Dr. Ky. Mabrur Syah, S.Pd.I., S.I.P., M.H.I. Dalam sambutannya, beliau memberikan arahan dan motivasi kepada para pengurus serta peserta Makesta agar menjadikan organisasi sebagai wadah pembelajaran sekaligus tempat menempa diri.
Menurutnya, kader NU yang tumbuh dari pesantren harus memiliki keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan kemampuan berorganisasi. Santri diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu mengambil peran di tengah masyarakat.
“Kader NU harus memiliki ilmu, akhlak, dan komitmen. Organisasi adalah ruang untuk belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan bermanfaat. Jadikan IPNU-IPPNU sebagai wadah untuk membangun karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus perjuangan NU,” pesan Dr. Ky. Mabrur Syah.
Ia juga mengingatkan para kader agar mampu menghadapi perkembangan era digital dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan Aswaja. Teknologi, menurutnya, harus dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan, memperluas dakwah, serta membangun komunikasi yang positif.
Selain pelantikan pengurus, kegiatan juga diisi dengan proses kaderisasi melalui Makesta. Sebanyak 76 peserta dinyatakan berhasil mengikuti dan menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan. Prosesi pengambilan sumpah dan baiat berlangsung dengan penuh khidmat pada Ahad malam sekitar pukul 21.30 WIB, dipandu langsung oleh Ketua PC IPNU Rejang Lebong, Rekan Shofyan.
Dalam kesempatan tersebut, Rekan Shofyan menyampaikan apresiasi kepada PK IPNU-IPPNU Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong yang telah menyelenggarakan proses kaderisasi dengan baik. Ia menegaskan bahwa Makesta bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi pintu awal bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat perjuangan NU sekaligus belajar menjadi kader yang bertanggung jawab.
“Menjadi kader IPNU-IPPNU bukan hanya tentang memakai atribut organisasi, tetapi bagaimana kita mampu menunjukkan sikap, akhlak, tanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Setelah Makesta ini, perjuangan justru baru dimulai,” ujar Rekan Shofyan.
Ia berharap para peserta yang telah mengikuti Makesta dapat terus melanjutkan proses belajar dan berorganisasi. Menurutnya, kaderisasi harus menghasilkan kader yang aktif, kompak, memiliki kepedulian sosial, serta mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan NU di tengah perkembangan zaman.
Suasana kegiatan semakin hangat dengan hadirnya jajaran pembina, dewan guru Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, para demisioner dan alumni IPNU-IPPNU, serta perwakilan Badan Otonom (Banom) NU. Turut hadir pula perwakilan Pimpinan Wilayah IPNU Provinsi Bengkulu, Rekan Adi Gunawan, yang menyaksikan langsung rangkaian pelantikan dan proses kaderisasi tersebut.
Pelaksanaan Makesta di lingkungan pesantren menjadi bagian penting dalam membangun tradisi kaderisasi sejak usia pelajar. Santri tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga dibekali pengalaman berorganisasi, kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta semangat untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan sosial dan kepemimpinan. IPNU-IPPNU menjadi salah satu ruang bagi para santri untuk belajar mengelola organisasi, bekerja sama, menyampaikan gagasan, dan menjalankan amanah.
Melalui pelantikan dan Makesta ini, diharapkan para pengurus serta anggota baru IPNU-IPPNU PK Darul Ma’arif NU Rejang Lebong mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta terus menghidupkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di lingkungan pesantren, masyarakat, maupun ruang digital.
Dengan lahirnya kader-kader baru tersebut, Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terus mengambil bagian dalam menyiapkan generasi penerus perjuangan NU yang unggul, berakhlakul karimah, berwawasan luas, dan siap berkhidmah.
(De/Edwinsya)Hastag : #DarulMaarifNU #IPNUIPPNU #IPNURejangLebong #IPPNURejangLebong #Makesta #KaderisasiNU #KaderMudaNU
From : MA Darul Maarif NU



