Usai Dhuha, Waka Akademik MTsN 2 Rejang Lebong Ajak Murid MTsN 2 Rejang Lebong Belajar Menghargai Waktu
Rejang Lebong, (Humas) — Seusai melaksanakan sholat Dhuha berjamaah di mushola madrasah, Waka Akademik MTsN 2 Rejang Lebong, Apriliandi, M.Pd., Gr., memberikan binaan kepada murid, Rabu (9/9). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak murid untuk memahami pentingnya menghargai waktu dan memanfaatkan setiap kesempatan yang dimiliki.
Di hadapan murid, Apriliandi menyampaikan bahwa masa sekolah merupakan salah satu kesempatan berharga yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Menurutnya, keberhasilan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Ia mengingatkan murid agar tidak terbiasa menunda pekerjaan, baik dalam belajar, melaksanakan tugas, maupun menjalankan tanggung jawab di lingkungan madrasah. Waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang sehingga setiap kesempatan sebaiknya digunakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.
“Jangan menunggu menjadi orang besar untuk mulai melakukan hal-hal besar. Mulailah dari sekarang, dari hal kecil, dari disiplin terhadap waktu dan tanggung jawab kalian sendiri,” pesan Apriliandi kepada murid.
Binaan tersebut juga diarahkan agar murid tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi membangun kebiasaan positif yang akan menjadi bekal dalam kehidupan. Datang tepat waktu, menyelesaikan tugas, mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, serta berani memperbaiki kesalahan merupakan bagian dari proses membentuk pribadi yang bertanggung jawab.
Apriliandi juga mengajak murid untuk mengevaluasi diri setiap hari. Menurutnya, seorang murid perlu bertanya kepada dirinya sendiri tentang apa yang telah dilakukan, apa yang telah dipelajari, dan kebaikan apa yang sudah diberikan kepada orang lain.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dilakukan setelah sholat Dhuha. Ia menilai pembinaan singkat seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter murid secara berkelanjutan.
“Pembinaan tidak selalu harus dilakukan dalam ruang kelas. Nasihat yang disampaikan setelah ibadah juga dapat menjadi pengingat bagi anak-anak untuk membangun kebiasaan baik. Kami berharap murid tidak hanya tumbuh secara akademik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter yang kuat,” ujar Wawan.
Ia menambahkan bahwa madrasah terus berupaya menghadirkan pembiasaan yang dapat mendukung perkembangan murid secara utuh. Kegiatan keagamaan, pembelajaran, dan pembinaan karakter diharapkan dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang berakhlak dan memiliki masa depan yang baik.
Melalui binaan tersebut, murid diajak untuk menyadari bahwa waktu bukan sekadar sesuatu yang berlalu, tetapi kesempatan untuk bertumbuh. Setiap menit yang digunakan untuk belajar, beribadah, membantu orang lain, dan memperbaiki diri merupakan bagian dari investasi untuk masa depan.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



