Menjelang Senja Dari Belum Hafal Menjadi Terbiasa, Santri Darul Ma’arif NU Bersiap Menyetorkan Hafalan
Rejang Lebong, (Humas) — Menjelang sore, suasana Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong kembali diwarnai aktivitas para santri yang mempersiapkan diri untuk mengikuti setoran hafalan. Bagi sebagian santri baru, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengenal, mengingat, dan menghafalkan berbagai doa serta dzikir yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka di lingkungan pesantren (29/9).
Senin sore menjadi salah satu waktu bagi santri untuk kembali membuka hafalan dan mempersiapkan diri sebelum melakukan setoran kepada pembimbing. Tidak semua santri baru telah hafal sejak awal. Karena itu, kegiatan ini dilaksanakan sebagai proses belajar secara bertahap, memberikan kesempatan kepada santri untuk mengulang, memperbaiki, dan menyetorkan hafalan sesuai dengan kemampuan mereka.
Suasana belajar pun terlihat beragam. Ada santri yang sudah siap menyetorkan hafalannya, sementara yang lainnya masih membaca dan mengulang beberapa kali sebelum maju. Ada pula yang saling menyimak dengan teman agar lebih mudah mengingat bacaan yang sedang dipelajari.
Setoran hafalan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi doa-doa dan dzikir. Para santri juga mendapatkan kesempatan untuk menyetorkan berbagai hafalan lainnya sesuai dengan materi pembinaan yang diberikan pesantren. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari proses pembentukan kebiasaan keagamaan sekaligus penguatan kemampuan santri selama berada di pesantren.
Bagi santri baru, proses tersebut menjadi pengalaman penting dalam beradaptasi dengan pola kehidupan pesantren. Dari yang sebelumnya belum mengetahui atau belum hafal beberapa doa, secara perlahan mereka mulai mengenal, membaca, mengulang, hingga mampu menghafalkannya.
Kegiatan setoran juga tidak semata-mata mengejar banyaknya hafalan. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan belajar, keberanian, kedisiplinan, dan ketekunan. Santri dibiasakan untuk tidak mudah menyerah ketika sebuah hafalan belum lancar, tetapi terus mengulang hingga semakin baik.
Doa dan dzikir yang dipelajari diharapkan tidak berhenti sebagai hafalan yang disetorkan kepada pembimbing. Seiring proses pembelajaran, hafalan tersebut diharapkan dapat digunakan dan diamalkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari santri.
Sore di Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU menjadi bagian dari perjalanan awal para santri baru dalam mengenal kehidupan pesantren. Hari ini mungkin masih membaca, besok mulai hafal, dan perlahan menjadi kebiasaan. Dari proses sederhana inilah pembinaan keagamaan santri terus dibangun.
Melalui kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong memberikan ruang kepada setiap santri untuk berkembang sesuai prosesnya. Tidak harus langsung sempurna, karena setiap hafalan memiliki tahapannya sendiri. Yang terpenting adalah terus belajar, mengulang, dan berusaha menjadi lebih baik.
(De/Edwinsya)Hastag : #DarulMaarifNU #SantriBaru #SetoranHafalan #DoaDanDzikir #SantriMengaji #PembinaanSantri #PendidikanPesantren #SantriBerakhlak #PesantrenRejangLebong
From : MA Darul Maarif NU

.jpeg)

