Rawat Mesin, Asah Keterampilan- Santri Darul Ma’arif NU Belajar Pengolahan Hasil Pertanian
Rejang Lebong, (Humas) — Selasa pagi menjadi waktu bagi para santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong untuk belajar merawat sekaligus mengenal lebih dekat berbagai peralatan praktik yang digunakan dalam kegiatan produktif pesantren. Salah satunya adalah mesin produksi penggiling kopi yang menjadi bagian dari sarana pembelajaran santri (29/9).
Didampingi dewan guru, para santri terlihat melakukan pemeriksaan dan perawatan mesin secara langsung. Kegiatan dimulai dengan membersihkan bagian-bagian mesin, kemudian memanaskan mesin serta mengecek kondisi dan kesiapan peralatan sebelum digunakan.
Bagi para santri, kegiatan tersebut bukan sekadar menjaga agar mesin tetap bersih dan terawat. Mereka juga belajar mengenal fungsi peralatan, memahami cara melakukan pemeriksaan sederhana, serta membangun kebiasaan untuk bertanggung jawab terhadap sarana praktik yang tersedia di lingkungan pesantren.
Pendampingan dari dewan guru menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Santri tidak hanya diarahkan untuk menggunakan peralatan, tetapi juga diberikan pemahaman bahwa setiap mesin membutuhkan perhatian, perawatan, dan penggunaan yang bertanggung jawab agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong memang terus membuka ruang bagi santri untuk mengembangkan cabang keilmuan berbasis keterampilan dan produksi hasil pertanian. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung yang memperkenalkan santri pada proses pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai manfaat.
Mesin penggiling kopi menjadi salah satu sarana yang mempertemukan pengetahuan dengan praktik. Dari proses mengenal bahan hasil pertanian, menggunakan peralatan produksi, merawat mesin, hingga memahami proses pengolahan, santri mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal keterampilan di masa mendatang.
Kegiatan ini juga menanamkan nilai kemandirian dan ketekunan. Santri belajar bahwa sebuah kegiatan produksi tidak hanya membutuhkan kemampuan mengoperasikan mesin, tetapi juga kepedulian dalam merawat peralatan dan konsistensi dalam menjalankan setiap prosesnya.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara bertahap, pesantren berupaya menjadikan sarana produksi sebagai bagian dari laboratorium pembelajaran bagi santri. Mereka belajar mengenal potensi hasil pertanian sekaligus memahami bagaimana potensi tersebut dapat diolah melalui keterampilan dan kerja bersama.
Dari membersihkan mesin, mengecek kesiapan peralatan, hingga mengenal proses produksi, santri belajar bahwa keterampilan tumbuh dari praktik yang dilakukan secara konsisten.
Melalui kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terus mengembangkan pendidikan yang memadukan ilmu, keterampilan, kemandirian, dan pengalaman praktik, sehingga santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman dalam mengelola potensi produktif yang ada di lingkungan pesantren.
(De/Edwinsya)Hastag : #DarulMaarifNU #SantriProduktif #ProduksiHasilPertanian #MesinProduksi #PengolahanKopi #KeterampilanSantri #PendidikanPesantren #SantriMandiri #PesantrenProduktif #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



