Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, Kemenag Rejang Lebong Dukung Pencegahan AKI dan AKB
Rejang Lebong (HUMAS) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong turut berkontribusi dalam upaya memperkuat pencegahan dan penanganan penyebab utama kematian ibu dan bayi di Kabupaten Rejang Lebong. Hal tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Pertemuan Evaluasi Puskesmas dan Rumah Sakit dalam Pencegahan dan Penanganan Penyebab Utama Kematian Ibu dan Bayi Triwulan III, yang dilaksanakan Selasa (29/9) di Ruang Rapat Pola Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong diwakili oleh Penyuluh Agama, Rojauna, S.Ag. Kehadiran Kemenag menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendukung berbagai upaya pemerintah daerah untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Pertemuan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mengevaluasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kasus kematian ibu dan bayi. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah melalui Analisis Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR).
Melalui AMPSR, setiap kasus kematian ibu dan bayi ditelusuri dan dianalisis untuk mengetahui penyebab serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Hasil analisis tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan dasar tindak lanjut bagi para pemangku kepentingan, sehingga kasus dengan penyebab serupa dapat dicegah agar tidak kembali terjadi pada masa mendatang.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 98 peserta yang berasal dari berbagai unsur terkait, di antaranya Bidan Koordinator Puskesmas, Penanggung Jawab Program Ibu, Penanggung Jawab Program Anak, Praktik Mandiri Bidan (PMB), Rumah Sakit Umum Daerah Curup, Rumah Sakit Annisa, Rumah Sakit Assalam, DP3AP2KB, Poltekkes, PKK, Kantor Kementerian Agama, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong.
Keterlibatan berbagai sektor tersebut menunjukkan bahwa upaya menekan angka kematian ibu dan bayi membutuhkan kolaborasi yang kuat, tidak hanya dari sektor kesehatan, tetapi juga dukungan dari berbagai instansi dan elemen masyarakat.
Usai kegiatan, Rojauna menyampaikan bahwa Kementerian Agama siap mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
“Pencegahan kematian ibu dan bayi membutuhkan perhatian dan kerja sama dari berbagai pihak. Kementerian Agama melalui para penyuluh agama juga memiliki peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya melalui pendekatan keagamaan dan pembinaan keluarga,” ungkapnya.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan ibu dan anak. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan di tengah masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta segera mendapatkan layanan kesehatan apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan.
Rojauna juga menegaskan bahwa sinergi lintas sektor perlu terus diperkuat agar berbagai program pencegahan dapat berjalan secara terpadu dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini perlu terus dilakukan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik antarinstansi, berbagai persoalan yang menjadi faktor risiko dapat diidentifikasi lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing,” pungkasnya.
(Prada/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #kemenagrl #rejanglebong
From : Kemenag


