Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Magang Belajar Proses Bimwin di KUA Curup Timur
Rejang Lebong (Humas) – Kegiatan magang di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Timur menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Salah satunya dengan mengikuti proses Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin (catin). (1/10)
Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan Bimwin memberikan pengalaman praktis untuk mengenal lebih dekat proses pembinaan calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Para mahasiswa dapat menyaksikan secara langsung bagaimana materi diberikan, bagaimana pemateri berinteraksi dengan peserta, serta bagaimana KUA memberikan edukasi kepada calon pengantin.
Bimwin tidak hanya menjadi kegiatan pembekalan bagi catin, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa magang untuk memahami salah satu bentuk pelayanan KUA kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat melihat bahwa tugas KUA tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan pencatatan pernikahan, tetapi juga mencakup pembinaan dan edukasi.
Kepala KUA Kecamatan Curup Timur, Ibnu Hajar, S.Ag., MHI, menyambut baik keikutsertaan mahasiswa magang dalam kegiatan Bimwin.
“Mahasiswa yang melaksanakan magang di KUA kami tentu perlu mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Melalui kegiatan Bimwin, mereka dapat melihat bagaimana calon pengantin diberikan pembekalan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Ini menjadi pengalaman yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis,” ujar Ibnu Hajar.
Menurutnya, kegiatan magang juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai bentuk pelayanan yang ada di KUA serta memahami bagaimana aparatur memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Silvi, salah satu mahasiswa magang, mengungkapkan bahwa mengikuti kegiatan Bimwin memberikan pengalaman baru yang bermanfaat selama menjalani kegiatan magang di KUA Curup Timur.
“Saya merasa senang bisa mengikuti kegiatan Bimwin secara langsung. Selama ini kami lebih banyak mendapatkan pembelajaran secara teori, sedangkan melalui kegiatan ini kami bisa melihat bagaimana materi diberikan kepada calon pengantin dan bagaimana interaksi antara pemateri dengan peserta,” ungkap Silvi.
Menurut Silvi, kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa persiapan pernikahan tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi, tetapi juga membutuhkan pembekalan pengetahuan dan kesiapan dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
“Bagi saya, ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya belajar tentang pekerjaan di KUA, tetapi juga belajar bagaimana memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat,” tambahnya.
Keikutsertaan mahasiswa dalam Bimwin juga memberikan gambaran mengenai pentingnya peran KUA dalam mempersiapkan calon pengantin. Materi yang diberikan kepada catin diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun komunikasi, memahami tanggung jawab masing-masing, serta menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis.
Selama menjalani magang, mahasiswa juga diharapkan dapat memanfaatkan berbagai kegiatan di KUA sebagai sarana untuk mengembangkan wawasan, keterampilan, dan pengalaman kerja. Interaksi langsung dengan petugas dan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di lapangan.
KUA Kecamatan Curup Timur terus memberikan ruang bagi mahasiswa magang untuk mengenal berbagai aktivitas pelayanan dan pembinaan. Dengan demikian, kegiatan magang tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi pengalaman nyata dalam memahami pelayanan publik di bidang keagamaan.
(Reli/Edwinsya)Hastag : KUA CURUP TIMUR #HUMAS KUA CURUP TIMUR
From : KUA Curup Timur



