Hari Ketiga Supervisi Akademik, MTsN 2 Rejang Lebong Perkuat Kualitas Pembelajaran
Rejang Lebong, (Humas) – Memasuki hari ketiga pelaksanaan supervisi akademik, MTsN 2 Rejang Lebong terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Hingga Kamis (1/10), tercatat delapan guru telah mengikuti supervisi akademik yang dilaksanakan secara bertahap.
Pada hari ketiga, supervisi dilaksanakan terhadap dua guru, yakni Ade Sonnie Aglesia, M.Pd., yang melaksanakan pembelajaran di kelas IX A, serta M. Ali Saputra, S.Pd., di kelas VII C.
Supervisi dilakukan dengan mengamati secara langsung proses pembelajaran di dalam kelas. Aspek yang diperhatikan mencakup pelaksanaan pembelajaran, keterlibatan siswa, penggunaan metode dan media, pengelolaan kelas, serta kesesuaian pembelajaran dengan perangkat yang telah disiapkan guru.
Yang menarik, supervisi akademik di MTsN 2 Rejang Lebong tidak hanya melibatkan Kepala Madrasah dan Waka Akademik. Madrasah juga menerapkan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan guru senior atau rekan sejawat sebagai bagian dari tim supervisi.
Waka Akademik MTsN 2 Rejang Lebong, Apriliandi, M.Pd., Gr., menjelaskan bahwa setiap pelaksanaan supervisi melibatkan tiga unsur, yakni Kepala Madrasah, Waka Akademik, dan satu orang guru senior atau rekan sejawat.
"Supervisi ini tidak hanya dilakukan oleh kepala madrasah dan waka akademik. Kami juga mengajak guru senior atau rekan sejawat. Jadi dalam satu kali supervisi ada tiga orang yang melakukan pengamatan bersama. Harapannya, masukan yang diberikan bisa lebih beragam dan objektif," jelas Apriliandi.
Menurutnya, keterlibatan rekan sejawat juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya saling belajar di antara guru. Guru tidak hanya menjadi objek supervisi, tetapi juga dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pembelajaran.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa supervisi akademik bukan kegiatan untuk mencari kesalahan guru.
"Kita bukan mencari kesalahan, tetapi mencari perbaikan bersama. Setelah guru disupervisi, nantinya akan kita panggil dan diberikan evaluasi serta masukan terhadap hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Tujuannya agar pembelajaran ke depan menjadi lebih baik," ujar Wawan.
Ia menambahkan, supervisi merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan. Guru diharapkan dapat melihat hasil supervisi sebagai bahan refleksi untuk mengembangkan pembelajaran dan memberikan layanan pendidikan yang semakin baik kepada siswa.
Wawan juga menyampaikan bahwa madrasah memiliki target untuk menyelesaikan supervisi terhadap 12 guru pada semester pertama tahun pelajaran 2026/2027.
"Target kita pada semester satu ini, insyaallah 12 guru dapat disupervisi. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap agar setiap guru mendapatkan pendampingan dan masukan yang benar-benar dapat diterapkan dalam pembelajaran," lanjutnya.
Pelaksanaan supervisi akademik tersebut menjadi salah satu langkah MTsN 2 Rejang Lebong dalam membangun budaya evaluasi, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan. Dengan pendekatan kolaboratif, madrasah berharap kualitas pembelajaran semakin meningkat dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
(April/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong
From : MTsN 2



