Terima Rapor Sambil Kenali Anak, MTsN 2 Rejang Lebong Hadirkan Konsep Pembagian Rapor yang Berkesan
Rejang Lebong, (Humas) — Pembagian rapor Sumatif Tengah Semester (STS) bagi murid kelas 8 dan 9 MTsN 2 Rejang Lebong dikemas dengan konsep berbeda pada Sabtu (3/10). Tidak hanya menerima laporan hasil belajar, orang tua diajak melakukan refleksi mengenai kebiasaan belajar, perubahan perilaku, serta perkembangan anak selama berada di rumah.
Kegiatan diawali dengan orang tua mengisi lembar refleksi yang memuat pertanyaan mengenai kebiasaan belajar anak di rumah, perubahan perilaku, hal-hal yang menjadi perhatian, serta harapan orang tua terhadap perkembangan anak. Melalui kegiatan tersebut, orang tua diberikan ruang untuk menyampaikan pengamatan mereka terhadap anak dalam keseharian.
Selanjutnya, wali kelas menjelaskan pencapaian murid selama setengah semester. Penjelasan tidak hanya berkaitan dengan hasil belajar, tetapi juga perkembangan murid selama mengikuti proses pembelajaran dan kehidupan di lingkungan madrasah.
Agar suasana tidak terlalu formal, kegiatan kemudian dilengkapi dengan games mengenali anak. Orang tua ditantang untuk mengenali anak mereka hanya melalui gambar bagian mata yang ditampilkan. Permainan sederhana tersebut menghadirkan suasana akrab dan penuh kegembiraan, sekaligus menjadi refleksi tentang sejauh mana orang tua mengenal anaknya.
Konsep pembagian rapor untuk kelas 8 dan 9 ini diusulkan oleh Wali Kelas 9A Fitria Sandora, S.Pd., Gr., bersama Waka Humas Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr. Ide tersebut terinspirasi dari konten kreatif di media sosial TikTok, kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan kegiatan pembagian rapor di madrasah.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, mengapresiasi konsep tersebut karena pembagian rapor dapat menjadi momentum membangun komunikasi yang lebih dekat antara madrasah dan orang tua.
“Pembagian rapor bukan hanya tentang menyampaikan angka hasil belajar. Ini menjadi kesempatan bagi kita bersama-sama melihat perkembangan anak, mendengarkan refleksi orang tua, dan membangun komunikasi yang lebih baik untuk mendampingi mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan orang tua sangat penting dalam proses perkembangan murid. Madrasah dan keluarga perlu berjalan bersama, terutama dalam memahami perubahan kebiasaan, perilaku, dan kebutuhan anak selama masa pertumbuhan.
Melalui konsep tersebut, pembagian rapor STS kelas 8 dan 9 tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi juga menjadi ruang refleksi, komunikasi, dan kebersamaan. Orang tua tidak hanya datang untuk mengetahui nilai anak, tetapi juga diajak melihat kembali proses perkembangan anak dan membangun kedekatan yang lebih bermakna.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya MTsN 2 Rejang Lebong menghadirkan layanan pendidikan yang lebih komunikatif dan melibatkan keluarga dalam mendampingi perkembangan murid.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpg)
