Jangan Biarkan 4T Jadi Bom Waktu! Penyuluh BKKBN Perkuat Bekal Kesehatan Catin KUA Curup Utara
Rejang Lebong (Humas) - pada hari ini Kamis (1/10) tentang Jangan Biarkan 4T Jadi Bom Waktu! Penyuluh BKKBN Titin Lusiany, S.Km. Perkuat Bekal Kesehatan Catin KUA Curup Utara. Menikah bukan sekadar siap berdiri di pelaminan dan mengucapkan ijab kabul. Di balik janji suci tersebut ada tanggung jawab besar untuk membangun keluarga yang sehat, merencanakan kehamilan dengan baik, serta memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Karena itu, calon pengantin (Catin) KUA Curup Utara dibekali pemahaman kesehatan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Penyuluh BKKBN Titin Lusiany, S.Km. memberikan bimbingan penyuluhan kepada Catin dengan mengangkat sejumlah persoalan penting yang tidak boleh diabaikan, salah satunya 4T (empat terlalu). Catin diajak memahami bahwa terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, maupun terlalu banyak anak merupakan kondisi yang perlu diperhatikan dalam merencanakan kehidupan keluarga.
Menurut Titin, kesiapan menikah tidak cukup hanya dengan kesiapan administrasi dan mental. Kesehatan pasangan juga harus menjadi perhatian sejak sebelum pernikahan. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga menjadi modal penting agar pasangan mampu mengambil keputusan yang tepat setelah memasuki kehidupan rumah tangga.
“Jangan menunggu masalah datang baru mencari solusi. Keluarga perlu direncanakan sejak awal, termasuk kapan memiliki anak, berapa jarak kehamilan, dan bagaimana menjaga kesehatan ibu serta anak,” menjadi pesan yang ditekankan dalam penyuluhan tersebut.
Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya Keluarga Berencana (KB) sebagai bagian dari perencanaan kehidupan keluarga. Catin diberikan pemahaman bahwa KB bukan sekadar membatasi jumlah kelahiran, tetapi juga membantu pasangan merencanakan kehamilan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan, kesiapan keluarga, serta masa depan anak.
Tidak kalah penting, pencegahan stunting turut menjadi perhatian. Catin diingatkan bahwa upaya mencegah stunting tidak baru dimulai setelah bayi lahir. Persiapannya justru perlu dibangun sejak sebelum menikah, melalui peningkatan pengetahuan, kesiapan kesehatan calon ibu dan ayah, perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi, serta pola pengasuhan yang tepat.
Melalui penyuluhan tersebut, KUA Curup Utara terus mendorong Catin agar tidak hanya siap menjalani akad nikah, tetapi juga siap menghadapi tanggung jawab besar setelahnya. Sebab keluarga berkualitas tidak dibangun secara instan. Ia dimulai dari pasangan yang mau belajar, mau merencanakan, dan mau menjaga kesehatan sejak sebelum mengucapkan janji suci. Jangan biarkan 4T menjadi bom waktu—cegah sejak awal, siapkan keluarga sejak sekarang.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #StopStunting#BKKBN#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara


.jpg)
