Dari Kota Kembang ke Curup Timur, Langkah Cinta Berujung di Akad Nikah
Rejang Lebong (Humas) – Jarak dan perbedaan daerah bukan menjadi penghalang bagi dua insan untuk melangkah menuju kehidupan rumah tangga. Hal tersebut tergambar dalam prosesi akad nikah pasangan calon pengantin (catin) yang mempertemukan pria asal Bandung dengan calon istrinya yang merupakan warga Desa Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Jumat (3/10).
Akad nikah berlangsung di Desa Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur, dalam suasana khidmat dan penuh kebahagiaan. Kehadiran keluarga dari kedua belah pihak menambah suasana haru ketika pasangan tersebut mengucapkan janji suci untuk membangun kehidupan rumah tangga bersama.
Dalam prosesi tersebut, Kepala KUA Kecamatan Curup Timur, Ibnu Hajar, S.Ag., MHI., bertindak sebagai penghulu sekaligus memandu langsung jalannya akad nikah. Prosesi ijab kabul berlangsung dengan tertib hingga dinyatakan sah.
Pertemuan pasangan dari dua daerah berbeda ini menjadi gambaran bahwa pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mempertemukan dua keluarga dengan latar belakang dan daerah asal yang berbeda. Dari Bandung, sang calon pengantin laki-laki datang untuk mengucapkan janji suci di hadapan keluarga dan penghulu di Curup Timur.
Kepala KUA Curup Timur, Ibnu Hajar, S.Ag., MHI., menyampaikan bahwa perbedaan jarak dan daerah asal hendaknya tidak menjadi penghalang bagi pasangan untuk membangun rumah tangga yang kokoh.
“Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua orang, tetapi juga menyatukan dua keluarga. Perbedaan daerah asal justru menjadi bagian dari perjalanan yang akan memperkaya pengalaman dan kehidupan rumah tangga,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada pasangan pengantin agar setelah akad nikah, kehidupan rumah tangga dijalani dengan saling memahami, menghargai, menjaga komunikasi serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman.
Menurutnya, akad nikah merupakan awal dari perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, tanggung jawab dan komitmen dari kedua pasangan.
“Semoga pernikahan ini menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Jaga komunikasi, saling menghargai dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi persoalan rumah tangga,” pesannya.
Prosesi akad nikah tersebut berlangsung penuh kebahagiaan. Keluarga kedua mempelai turut memberikan doa dan restu agar pasangan yang telah dipersatukan melalui akad tersebut dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh keberkahan.
Kisah pasangan ini menjadi gambaran sederhana bahwa cinta dapat menempuh jarak, sementara akad nikah menjadi titik awal untuk menyatukan langkah dalam kehidupan baru. Dari Kota Kembang Bandung hingga Desa Air Meles Bawah, Curup Timur, dua insan akhirnya dipertemukan dalam satu ikatan pernikahan.
(Reli/Edwinsya)Hastag : #KUA CURUP TIMUR #HUMAS KUA CURUP TIMUR
From : KUA Curup Timur



.jpg)