Berani Berbahasa Arab, Santri MA Darul Maarif NU Tunjukkan Kemampuan Lewat Pidato Online
REJANG LEBONG, (Humas) — Kemampuan berbahasa Arab terus didorong untuk berkembang di kalangan santri MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Salah satu bentuknya terlihat melalui keberanian santri menampilkan kemampuan pidato Bahasa Arab secara online melalui media (6/10).
Dalam penampilannya, santri berusaha menyampaikan pidato dengan pelafalan Bahasa Arab yang cukup lancar, tidak terpatah-patah, serta berupaya mengikuti kaidah dan pengucapan yang tepat. Meskipun dalam penyampaiannya masih menggunakan bantuan teks, hal tersebut justru menjadi bagian dari proses belajar yang patut diapresiasi.
Menggunakan teks bukan berarti tidak mampu, tetapi menjadi tahapan untuk membangun keberanian dan kemampuan. Yang terpenting adalah santri berani mencoba, berani berbicara, dan berani memperlihatkan apa yang telah dipelajarinya.
Madrasah memahami bahwa kemampuan berbahasa tidak dapat dibentuk secara instan. Ada proses yang harus dilalui. Hari ini mungkin masih membaca teks, kemudian mulai mengurangi ketergantungan terhadap teks, hingga pada waktunya mampu menyampaikan pidato Bahasa Arab dengan lebih percaya diri tanpa bantuan teks.
Konsep pembinaan yang dilakukan adalah pelan-pelan tetapi pasti. Santri tidak dituntut langsung sempurna, tetapi terus diberikan kesempatan untuk mencoba dan memperbaiki kemampuan dari waktu ke waktu.
Keberanian tampil menjadi nilai penting dalam proses tersebut. Sebab, kemampuan yang dimiliki santri akan semakin berkembang ketika mereka mendapatkan ruang untuk mempraktikkannya secara langsung.
Melalui latihan pidato, santri tidak hanya belajar kosakata dan kaidah Bahasa Arab, tetapi juga belajar percaya diri, mengatur intonasi, melatih pelafalan, memahami isi materi, serta berkomunikasi di hadapan orang lain.
Bahkan, tampil melalui media online memberikan pengalaman tersendiri bagi santri. Mereka belajar bahwa kemampuan berbahasa Arab dapat digunakan dalam ruang yang lebih luas, tidak hanya ketika berada di dalam kelas atau lingkungan pesantren.
Inilah salah satu bentuk ikhtiar MA Darul Ma’arif NU dalam membangun kemampuan santri secara bertahap. Hari ini menggunakan teks, besok semakin lancar, dan suatu saat mampu tampil tanpa teks dengan penguasaan yang lebih baik.
Tidak harus langsung sempurna. Yang penting berani memulai, terus belajar, terus mencoba, dan terus berkembang.
Karena dalam pendidikan, sebuah kemampuan besar sering kali berawal dari satu keberanian sederhana: berani mencoba untuk pertama kalinya.
(De/Edwinsya)Hastag : #MA_DarulMaarifNU #Kemenag #RejangLebong #SantriBerprestasi #SantriBeraniTampil #PidatoBahasaArab
From : MA Darul Maarif NU


