Tingkatkan Profesionalisme, Guru MTsN 2 Rejang Lebong Jalani Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan
Rejang Lebong, (Humas) — Sebanyak lima guru MTsN 2 Rejang Lebong mengikuti Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) pada Selasa (6/10). Pelaksanaan asesmen dilakukan dari kediaman masing-masing guru dengan memanfaatkan sistem asesmen yang telah ditetapkan. Guru yang mengikuti AKGTK tersebut berasal dari beberapa mata pelajaran, yaitu Jamilawati, S.Pd.I., dan Fitria Sandora, S.Pd., Gr., sebagai guru Bahasa Arab; Khairul Anwar, M.Pd., dan Suherwan, M.Pd., Gr., sebagai guru Akidah Akhlak; serta Rahayu Nengsih, S.Pd.I., Gr., sebagai guru Al-Qur'an Hadis.
AKGTK merupakan bagian dari upaya untuk memperoleh gambaran mengenai kompetensi dan kapasitas guru serta tenaga kependidikan sebagai dasar pengembangan profesionalisme. Asesmen ini membantu memetakan kemampuan pendidik sehingga kebutuhan pengembangan kompetensi dapat diketahui secara lebih terarah.
Bagi guru, pelaksanaan AKGTK menjadi kesempatan untuk mengukur dan merefleksikan kompetensi yang dimiliki, baik dalam aspek pedagogik maupun profesional sesuai dengan bidang tugasnya. Hasil asesmen juga dapat menjadi salah satu bahan dalam menentukan arah pengembangan kompetensi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Meskipun dilaksanakan dari kediaman masing-masing, para guru tetap mengikuti asesmen dengan serius dan mempersiapkan diri sesuai ketentuan yang berlaku. Kesiapan guru dalam mengikuti asesmen menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, menyampaikan dukungannya terhadap keikutsertaan guru dalam AKGTK.
“Guru harus terus berkembang karena kebutuhan pendidikan juga terus berubah. AKGTK menjadi salah satu sarana untuk melihat kompetensi yang sudah dimiliki sekaligus menjadi bahan refleksi untuk menentukan hal-hal yang masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi guru pada akhirnya akan berdampak pada kualitas pembelajaran yang diterima murid.
“Semakin kompeten gurunya, semakin besar peluang terciptanya pembelajaran yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan murid,” lanjutnya.
Pelaksanaan AKGTK diharapkan tidak hanya dipandang sebagai sebuah ujian, tetapi juga sebagai bagian dari proses pemetaan, refleksi, dan pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan.
MTsN 2 Rejang Lebong terus mendorong para pendidiknya untuk memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan kompetensi sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi seluruh murid.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2

.jpg)
.jpg)
