Salah Panjang, Bisa Berbeda Bacaan! PAI KUA Curup Utara Asah Ketelitian Ibu-Ibu MT Al Arofah Membaca Iqro 2
Rejang Lebong (Humas) - Pada hari ini Sabtu (3/10) tentang “Salah Panjang, Bisa Berbeda Bacaan! PAI KUA Curup Utara Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I Asah Ketelitian Ibu-Ibu MT Al Arofah Membaca Iqro 2”. Kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan tersebut menjadi bagian dari upaya PAI KUA Kecamatan Curup Utara dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an masyarakat, khususnya melalui penguatan dasar-dasar membaca Iqro.
Dalam bimbingan tersebut, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I memberikan pendampingan kepada ibu-ibu Majelis Taklim Al Arofah dengan fokus pada pengulangan bacaan Iqro 2. Materi tidak hanya diarahkan agar peserta mampu mengenali dan membaca huruf dengan benar, tetapi juga lebih teliti dalam memperhatikan panjang dan pendek setiap bacaan.
Menurut Siti, kemampuan membaca Al-Qur’an membutuhkan ketelitian dan pembiasaan. Karena itu, pengulangan menjadi salah satu cara penting agar peserta semakin terbiasa membedakan bacaan yang pendek dengan bacaan yang perlu dipanjangkan. Bacaan yang dilakukan berulang-ulang diharapkan dapat memperkuat ingatan sekaligus membentuk kebiasaan membaca yang lebih tepat.
Suasana bimbingan berlangsung interaktif. Ibu-ibu MT Al Arofah secara bergantian membaca bagian-bagian Iqro 2, kemudian mendapatkan koreksi dan arahan apabila terdapat bacaan yang masih kurang tepat. Setiap kesalahan tidak langsung dianggap sebagai kekurangan, melainkan menjadi kesempatan untuk memperbaiki dan mengulang kembali hingga peserta semakin percaya diri.
Siti juga mengingatkan bahwa belajar membaca Al-Qur’an tidak perlu terburu-buru. Ketepatan lebih utama daripada sekadar mengejar banyaknya halaman yang selesai dibaca. Dengan membaca secara perlahan, mendengarkan contoh bacaan, kemudian mengulanginya, peserta akan lebih mudah memahami perbedaan panjang dan pendek dalam bacaan.
Kegiatan ini mendapat antusiasme dari ibu-ibu MT Al Arofah. Mereka mengikuti latihan dengan serius dan tetap bersemangat meskipun beberapa bacaan harus diulang beberapa kali. Semangat tersebut menunjukkan bahwa proses belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia, selama ada kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan.
Melalui kegiatan bimbingan penyuluhan ini, PAI KUA Kecamatan Curup Utara terus mendorong masyarakat untuk tidak sekadar bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga berusaha membaca dengan benar dan penuh ketelitian. Salah panjang bukan sekadar soal cepat atau lambat membaca, karena ketepatan bacaan adalah bagian penting dalam menjaga kemuliaan kalam Allah.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara

.jpg)
.jpg)
