Implementasi KBC, Guru MIN 1 Rejang Lebong Wujudkan Madrasah Bersih dan Asri
Rejang Lebong (Humas) – Wujud nyata implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) terus ditunjukkan oleh keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong. Salah satunya melalui kegiatan menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan madrasah yang dilakukan oleh guru sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Affrilia Nafa Sundari, M.Pd dan Roslaimurti, S.Pd.SD pada Selasa (6/10).
Kegiatan membersihkan lingkungan madrasah dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Guru turut memperhatikan kebersihan area sekitar madrasah, sehingga lingkungan belajar tetap terlihat rapi, bersih, nyaman, dan asri. Aktivitas sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana madrasah yang mendukung proses pembelajaran.
Implementasi KBC tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Kepedulian terhadap kebersihan merupakan salah satu bentuk nyata menanamkan rasa cinta kepada lingkungan serta membangun budaya hidup bersih dan sehat.
Affrilia Nafa Sundari, M.Pd menyampaikan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga madrasah. Menurutnya, lingkungan yang bersih dapat memberikan kenyamanan sekaligus menciptakan suasana yang lebih menyenangkan bagi guru dan siswa.
“Menjaga kebersihan lingkungan madrasah merupakan bentuk kepedulian dan cinta kita terhadap tempat belajar bersama. Dengan lingkungan yang bersih dan asri, guru maupun siswa akan merasa lebih nyaman dalam melaksanakan berbagai aktivitas,” ujar Affrilia.
Hal senada juga ditunjukkan Roslaimurti, S.Pd.SD yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan membersihkan lingkungan bukan hanya bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi siswa agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan sejak dini.
“Guru harus menjadi teladan bagi siswa. Ketika siswa melihat gurunya peduli terhadap kebersihan lingkungan, diharapkan mereka juga terdorong untuk melakukan hal yang sama, baik di madrasah maupun di lingkungan tempat tinggalnya,” ungkap Roslaimurti.
Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I mengapresiasi kepedulian dan inisiatif guru dalam menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang mendorong tumbuhnya kepedulian, tanggung jawab, dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh guru. Kebersihan dan keasrian madrasah merupakan tanggung jawab kita bersama. Ini menjadi contoh sederhana namun bermakna dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Mufidatul.
Lebih lanjut, Mufidatul berharap budaya menjaga kebersihan dapat terus dipelihara dan menjadi kebiasaan seluruh warga MIN 1 Rejang Lebong. Menurutnya, madrasah yang bersih, sehat, dan asri akan memberikan suasana positif yang mendukung tumbuh kembang siswa, sekaligus memperkuat karakter peduli lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, MIN 1 Rejang Lebong terus berupaya menjadikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya sebagai konsep dalam pembelajaran, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan diharapkan menjadi budaya bersama demi menciptakan madrasah yang nyaman, sehat, asri, dan menyenangkan bagi seluruh warga madrasah.
(Randi/Edwinsya)Hastag : #Humas #MIN1RL #Madrasah #SiPILAH #Rejang_Lebong
From : MIN 1

.jpg)
.jpg)
