Kokurikuler Berbasis Proyek, Murid Kelas 8 MTsN 2 Rejang Lebong Olah Data Pertumbuhan Tanaman
Rejang Lebong, (Humas) — Pembelajaran kontekstual terus dikembangkan di MTsN 2 Rejang Lebong melalui kegiatan kokurikuler. Pada Rabu (7/10) Guru Matematika sekaligus Ketua Tim Kegiatan Kokurikuler Kelas 8 bersama murid kelas 8 melaksanakan kegiatan pengamatan dan pengukuran pertumbuhan tanaman cabai dan terong.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk integrasi dan pendalaman materi Matematika dan IPA, dengan mengajak murid belajar secara langsung melalui objek yang berada di lingkungan sekitar. Tanaman yang sebelumnya telah ditanam diamati secara berkala untuk memperoleh data pertumbuhan yang dapat diolah dan dianalisis.
Dalam kegiatan ini, murid melakukan pengukuran terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bunga, dan buah secara berkala. Data yang diperoleh kemudian dihitung untuk mengetahui perubahan pertumbuhan dan nilai rata-rata. Selanjutnya, murid menyajikan data dalam bentuk grafik serta menganalisis berbagai faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.
Melalui proses tersebut, konsep Matematika tidak hanya dipelajari melalui angka dan soal di dalam kelas, tetapi diterapkan secara langsung dalam kehidupan nyata. Murid belajar melakukan pengukuran, perhitungan, pengolahan data, hingga membaca dan menyajikan data dalam bentuk grafik. Sementara itu, materi IPA diperdalam melalui pengamatan terhadap proses pertumbuhan tanaman dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan kokurikuler yang memberikan ruang kepada murid untuk belajar melalui pengalaman langsung.
“Kegiatan kokurikuler seperti ini sangat baik karena murid tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengalami sendiri proses belajar. Matematika dan IPA dapat dipadukan melalui kegiatan yang sederhana, tetapi memiliki nilai pembelajaran yang kuat,” ungkap April.
Menurutnya, pembelajaran berbasis kegiatan dapat membantu murid mengembangkan kemampuan berpikir kritis, ketelitian, tanggung jawab, serta keterampilan memecahkan masalah.
“Ketika murid mengukur tanaman, mencatat hasilnya, menghitung rata-rata, membuat grafik, kemudian menganalisis mengapa pertumbuhannya berbeda, di situ sebenarnya banyak kompetensi yang sedang dibangun. Mereka belajar teliti, bekerja sama, mengolah informasi, dan menarik kesimpulan berdasarkan data,” lanjutnya.
Kegiatan kokurikuler juga memberikan manfaat dalam menghubungkan pembelajaran intrakurikuler dengan pengalaman nyata. Murid didorong untuk menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari di kelas dalam situasi yang lebih kontekstual, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Selain meningkatkan pemahaman konsep, kegiatan ini juga melatih keterampilan mengamati, mengukur, menghitung, mengolah dan menyajikan data, berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, serta mengambil kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan.
Dengan demikian, kokurikuler tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi menjadi ruang bagi murid untuk memperdalam dan menguatkan pembelajaran melalui pengalaman nyata. Melalui proyek pertumbuhan tanaman cabai dan terong tersebut, murid kelas 8 MTsN 2 Rejang Lebong belajar bahwa Matematika dan IPA memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong murid menjadi pembelajar yang aktif, kreatif, teliti, dan mampu menggunakan pengetahuan untuk memahami berbagai fenomena yang ada di lingkungan sekitar.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



