Mim Mati Bertemu Huruf, Ada Aturannya! ASN KUA Curup Utara Kupas Tuntas Izhar Syafawi di IAIN Curup
Rejang Lebong (Humas) – Membaca Al-Qur’an bukan hanya tentang lancar melafalkan setiap huruf, tetapi juga memastikan setiap hukum bacaan diterapkan secara tepat. Hal inilah yang menjadi perhatian ASN KUA Curup Utara, Rahmat Yudhi Septian, M.Pd, saat memberikan materi Tahsinul Qiraah kepada mahasiswa IAIN Curup, Selasa (6/10).
Dalam pembelajaran tersebut, Rahmat mengupas secara mendalam materi Izhar Syafawi, salah satu hukum bacaan yang berkaitan dengan mim sukun atau mim mati. Para mahasiswa diajak memahami bahwa keberadaan mim mati ketika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah memiliki ketentuan bacaan yang harus diperhatikan agar pelafalan Al-Qur’an tetap sesuai dengan kaidah tajwid.
Rahmat menjelaskan, Izhar Syafawi terjadi ketika mim sukun (??) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah selain mim (?) dan ba (?). Pada kondisi tersebut, mim sukun dibaca dengan jelas tanpa dengung yang berlebihan. Ketelitian menjadi kunci agar suara mim tidak samar ataupun berubah menjadi hukum bacaan lainnya.
Tidak hanya menyampaikan teori, pembelajaran juga diarahkan pada praktik membaca. Mahasiswa diberikan contoh-contoh bacaan yang mengandung Izhar Syafawi dan diminta memperhatikan secara langsung posisi mim sukun serta huruf yang mengikutinya. Dengan cara tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami definisi, tetapi juga mampu mengenali dan menerapkan hukum bacaan ketika membaca ayat Al-Qur’an.
Rahmat menekankan bahwa kesalahan kecil dalam membaca Al-Qur’an perlu diminimalkan melalui latihan yang terus-menerus. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik membutuhkan ketelitian terhadap makharijul huruf, sifat huruf, panjang pendek bacaan, serta penerapan hukum tajwid secara konsisten.
“Izhar Syafawi jangan hanya dihafal sebagai teori. Mahasiswa harus mampu mengenalinya ketika membaca dan mempraktikkannya dengan pelafalan yang jelas dan tepat,” pesan Rahmat dalam kegiatan tersebut.
Melalui pembelajaran Tahsinul Qiraah ini, mahasiswa IAIN Curup diharapkan semakin terampil membaca Al-Qur’an sekaligus memiliki kepekaan terhadap setiap hukum tajwid yang terdapat di dalamnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas bacaan Al-Qur’an di kalangan mahasiswa agar tidak hanya lancar, tetapi juga benar dan sesuai kaidah.
KUA Curup Utara terus mendorong penguatan literasi dan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui pembinaan keagamaan yang menyentuh berbagai kalangan. Sebab, semakin tepat bacaan yang dilafalkan, semakin kuat pula upaya menjaga kemurnian dan keindahan bacaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #IzharSyafawi#IAINCurup#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



