Perdana Ikuti AKGTK, Kepala MA Darul Maarif NU Ajak Guru Tampil Siap dan Serius
REJANG LEBONG, (Humas) — Menjelang pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Kementerian Agama Tahun 2026, Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., mengajak seluruh guru untuk mempersiapkan diri dan mengikuti asesmen dengan sungguh-sungguh (7/10).
Pelaksanaan AKGTK 2026 menjadi pengalaman perdana bagi para guru di MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Sebagai madrasah yang baru berusia sekitar satu tahun, keikutsertaan dalam asesmen ini menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan awal pengembangan profesional guru dan penguatan mutu madrasah.
Kepala Madrasah mengingatkan agar seluruh guru tidak menganggap asesmen ini sekadar sebagai kegiatan yang harus diikuti, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengukur dan merefleksikan kompetensi yang selama ini dimiliki.
“Karena ini menjadi pengalaman pertama bagi guru-guru MA Darul Ma’arif NU mengikuti AKGTK, saya mengajak seluruh guru untuk benar-benar mempersiapkan diri. Pelajari kembali materi yang berkaitan dengan kompetensi guru, pahami mekanisme asesmennya, dan laksanakan dengan sungguh-sungguh,” ungkap Dedi.
Menurutnya, pengalaman perdana tersebut justru harus menjadi momentum bagi madrasah untuk mulai membangun budaya evaluasi dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
“Madrasah kita masih tergolong baru, sehingga setiap proses yang kita ikuti hari ini merupakan bagian dari membangun fondasi madrasah ke depan. AKGTK ini jangan hanya dilihat sebagai asesmen, tetapi sebagai kesempatan bagi kita untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan kompetensi kita sebagai pendidik,” lanjutnya.
Dedi berharap para guru dapat mengikuti seluruh tahapan dengan penuh tanggung jawab, tidak hanya mempersiapkan aspek teknis, tetapi juga mempersiapkan pemahaman terhadap kompetensi yang menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai guru madrasah.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kualitas madrasah tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidiknya. Guru yang terus belajar, mengevaluasi diri, dan meningkatkan kompetensi akan menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun proses pembelajaran yang semakin baik.
“Kita ingin sejak awal MA Darul Ma’arif NU memiliki budaya belajar yang kuat, bukan hanya bagi siswa tetapi juga bagi gurunya. Jangan takut dengan asesmen. Jadikan ini sebagai pengalaman, sebagai bahan evaluasi, dan sebagai langkah untuk terus memperbaiki diri,” ujar Dedi.
Keikutsertaan dalam AKGTK 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah awal bagi guru MA Darul Ma’arif NU untuk terus meningkatkan profesionalitas. Dengan persiapan yang baik dan pelaksanaan yang sungguh-sungguh, pengalaman perdana ini diharapkan dapat memberikan gambaran sekaligus menjadi pijakan bagi peningkatan mutu madrasah pada masa mendatang.
(De/Edwinsya)Hastag : #AKGTK2026 #GuruMadrasah #MADarulMaarifNU #KompetensiGuru #MadrasahBerkualitas #TerusBelajar #Kemenag #RejangLEbong
From : MA Darul Maarif NU



