Dari Do Re Mi hingga Harmoni: Santri Darul Maarif NU Latih Olah Suara dan Pianika untuk Paduan Suara
Rejang Lebong, (Humas) — Suasana latihan seni terdengar dari lingkungan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Sejumlah santri mengikuti latihan paduan suara dengan memadukan kemampuan olah vokal dan permainan alat musik pianika. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pesantren dalam memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan bakat, kreativitas, sekaligus kemampuan tampil secara bersama-sama (8/10).
Dalam latihan tersebut, santri terlebih dahulu diajak mengenal dan mengulang tangga nada dasar do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Nada-nada tersebut dimainkan menggunakan pianika secara perlahan, kemudian diikuti dengan latihan vokal agar santri mampu mengenali tinggi rendah nada dan menyesuaikannya dengan suara yang dihasilkan.
Latihan tidak hanya sekadar membunyikan pianika atau menyanyikan nada secara bergantian. Para santri juga dilatih untuk mendengarkan suara satu sama lain, menjaga tempo, mengatur pernapasan, serta mempertahankan ketepatan nada. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan sebuah kelompok paduan suara.
Dari pianika, santri belajar mengenal nada. Dari vokal, mereka belajar mengolah suara. Dari paduan suara, mereka belajar tentang kekompakan.
Proses latihan dilakukan secara bertahap. Setelah mampu mengikuti tangga nada do–re–mi–fa–sol–la–si–do, santri kemudian mencoba mengulanginya dengan lebih teratur sambil memainkan pianika. Pada tahap berikutnya, suara vokal mulai dipadukan dengan iringan pianika sehingga tercipta suasana latihan musik yang lebih hidup.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri santri. Sebagian santri diberikan kesempatan untuk mencoba memainkan nada maupun memimpin bagian tertentu dalam latihan. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi peserta yang mengikuti arahan, tetapi juga belajar tampil, mendengarkan, memperbaiki kesalahan, dan saling memberikan dukungan.
Paduan suara sendiri membutuhkan kerja sama yang kuat. Setiap suara memiliki peran masing-masing dan tidak dapat berjalan sendiri. Karena itu, latihan seperti ini secara tidak langsung mengajarkan kepada santri bahwa hasil yang baik dapat tercipta ketika setiap anggota mampu menjaga perannya dan tetap memperhatikan kekompakan kelompok.
Selain sebagai kegiatan pengembangan bakat, latihan musik dan vokal ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi santri untuk tampil dalam berbagai kegiatan madrasah, pesantren, maupun agenda keagamaan dan kebangsaan yang membutuhkan penampilan paduan suara.
Pihak pesantren terus mendorong agar potensi santri tidak hanya berkembang dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga dalam bidang seni dan keterampilan. Bakat yang dimiliki santri dapat menjadi bagian dari proses pembentukan pribadi yang percaya diri, kreatif, disiplin, dan mampu bekerja sama.
Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, diharapkan suara-suara santri Darul Ma’arif NU semakin terlatih dan mampu menghasilkan paduan suara yang kompak. Berawal dari sederhana do, re, mi, fa, sol, la, si, do para santri belajar bahwa harmoni lahir ketika setiap suara mau mendengar, menyesuaikan, dan berjalan bersama.
(De/Edwinsya)Hastag : #DarulMaarifNU #SantriDarulMaarif #PaduanSuara #Musikalisasi #Pianika #OlahSuara #SeniSantri #KreativitasSantri #SantriBerprestasi #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



