Tanam Kepedulian, Rawat Kelestarian: Ilmi Hartati Arles Siram Tanaman Hias, KUA Sindang Beliti Ulu Dukung Ekoteologi Kemenag
Rejang Lebong (Humas) – Senin (12/10), pukul 10.00 WIB, Ilmi Hartati Arles, S.Pd., selaku Petugas Layanan Operasional (PLO) Kantor Urusan Agama (KUA) Sindang Beliti Ulu, melaksanakan kegiatan menyiram tanaman hias di sekitar lingkungan kantor. Kegiatan tersebut berlangsung di bawah pengawasan Kepala KUA Sindang Beliti Ulu, Jamaan Nur, S.Ag., M.Pd., sebagai bagian dari upaya menjaga keasrian lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam melalui semangat ekoteologi yang digaungkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.
Di tengah kesibukan menjalankan tugas pelayanan administrasi keagamaan, perhatian terhadap lingkungan menjadi salah satu wujud nyata bahwa menjaga alam dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Menyiram tanaman hias bukan sekadar aktivitas rutin untuk menjaga tanaman tetap segar, melainkan juga bentuk tanggung jawab dalam merawat lingkungan kerja agar tetap bersih, hijau, nyaman, dan asri.
Dengan penuh perhatian, Ilmi Hartati Arles menyiram tanaman hias yang berada di sekitar kantor KUA Sindang Beliti Ulu. Air yang diberikan diharapkan dapat membantu menjaga kelembapan tanah dan memenuhi kebutuhan tanaman, sehingga tanaman tetap tumbuh dengan baik dan menambah keindahan lingkungan kantor.
Kepala KUA Sindang Beliti Ulu, Jamaan Nur, S.Ag., M.Pd., turut mengawasi kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap pemeliharaan lingkungan kerja. Lingkungan kantor yang terawat tidak hanya menciptakan suasana yang menyenangkan bagi pegawai, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang untuk memperoleh pelayanan keagamaan.
Kegiatan ini selaras dengan semangat ekoteologi, yakni pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Melalui pendekatan ini, menjaga alam dipahami bukan semata-mata sebagai urusan kebersihan atau keindahan, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia dalam memelihara ciptaan Allah SWT.
Dalam perspektif Islam, manusia mengemban amanah sebagai khalifah di bumi. Amanah tersebut menuntut manusia untuk menjaga keseimbangan alam, menghindari kerusakan, serta memanfaatkan sumber daya secara bijaksana. Merawat tanaman, menjaga kebersihan, menghemat air, dan menciptakan lingkungan yang sehat merupakan contoh tindakan sederhana yang dapat mencerminkan nilai-nilai tersebut.
Gagasan ekoteologi yang dikembangkan dan disuarakan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong agar ajaran agama semakin nyata dalam tindakan menjaga kelestarian lingkungan. Semangat ini dapat diterapkan di berbagai lingkungan, termasuk kantor pelayanan keagamaan, melalui kebiasaan merawat tanaman, mengurangi sampah, menjaga kebersihan, dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya keberlanjutan alam.
Bagi KUA Sindang Beliti Ulu, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan masyarakat, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan. Keindahan dan kebersihan kantor merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga secara konsisten oleh seluruh pegawai.
Langkah yang dilakukan Ilmi Hartati Arles ini menjadi pengingat bahwa kontribusi terhadap kelestarian alam tidak harus dimulai dengan kegiatan besar. Perhatian sederhana terhadap tanaman di sekitar tempat kerja dapat menjadi awal tumbuhnya kebiasaan positif yang berkelanjutan apabila dilakukan dengan kesadaran dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Sindang Beliti Ulu diharapkan terus menumbuhkan semangat kepedulian lingkungan di kalangan pegawai. Nilai-nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah dan pelayanan kepada sesama, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga bumi sebagai tempat hidup bersama.
Hastag : Kemenagrejanglebongkuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



