Istiqamah Menguasai Mufradat, Santri Darul Maarif NU Terus Berlatih Bahasa Arab Ba’da Isya
Rejang Lebong (Humas) — Belajar bahasa Arab membutuhkan ketekunan, pengulangan, dan latihan yang berkelanjutan. Semangat inilah yang terus ditanamkan kepada santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong melalui kegiatan pembelajaran mufradat atau kosakata bahasa Arab yang dilaksanakan setelah salat Isya, Senin malam (12/10).
Dalam suasana malam pesantren, para santri kembali berlatih untuk mengenal, menghafal, memahami, dan menguasai kosakata bahasa Arab. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan berbahasa yang mendorong santri agar tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga membangun kemampuan bahasa melalui latihan rutin dalam kehidupan sehari-hari.
Mufradat merupakan salah satu fondasi penting dalam pembelajaran bahasa Arab. Penguasaan kosakata membantu santri memahami bacaan, menyusun kalimat, menangkap makna percakapan, serta mengembangkan keberanian untuk berbicara menggunakan bahasa Arab. Semakin banyak kosakata yang dikuasai dan semakin sering digunakan, semakin terbuka pula kesempatan santri untuk meningkatkan kemampuan berbahasa.
Prinsipnya sederhana: dilatih, diulang, dipraktikkan, dan terus dilatih hingga menjadi kebiasaan. Santri tidak cukup hanya menghafal kosakata dalam satu malam, tetapi perlu mengulanginya secara konsisten agar lebih mudah diingat dan dapat digunakan dalam konteks yang tepat.
Melalui pembiasaan setelah Isya, waktu belajar santri di lingkungan pesantren juga dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan kebahasaan. Pengulangan menjadi kunci agar kosakata yang telah dipelajari tidak mudah terlupakan. Dari kata demi kata, santri belajar menyusun pemahaman; dari latihan demi latihan, kepercayaan diri mereka diharapkan terus berkembang.
Pembelajaran mufradat juga mengajarkan nilai kedisiplinan dan kesabaran. Tidak semua kosakata mudah diingat, dan tidak setiap santri memiliki kecepatan belajar yang sama. Karena itu, latihan yang berulang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, sekaligus melatih santri agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Bagi Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, pembiasaan bahasa Arab merupakan bagian dari upaya memperkuat tradisi keilmuan pesantren. Bahasa Arab memiliki kedudukan penting dalam memahami berbagai sumber ajaran Islam, termasuk Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab klasik yang menjadi bagian dari khazanah keilmuan Islam.
Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada hafalan, tetapi berkembang menjadi kemampuan nyata. Santri mampu mengingat kosakata, memahami artinya, menyusun kalimat sederhana, hingga menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih hidup, terarah, dan bermanfaat.
(De/Edwinsya)Hastag : #DarulMaarifNU #Mufradat #BahasaArab #BelajarBahasaArab #SantriBelajar #PesantrenProduktif #PembiasaanBahasa #PendidikanPesantren #RejangLebong #IstiqamahBelajar
From : MA Darul Maarif NU


.jpeg)
