Membaca Al-Qur’an Bukan Sekadar Mengeja, tetapi Menjaga Setiap Hak Huruf! PAI KUA Curup Utara Bimbing MT Nurul Islam
Rejang Lebong (Humas) – Membaca Al-Qur’an bukan sekadar melafalkan huruf demi huruf, tetapi juga memahami dan menerapkan kaidah tajwid agar setiap huruf dibaca sesuai hak dan ketentuannya. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I., bersama ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Nurul Islam pada Jumat (9/10).
Dalam kegiatan tersebut, Siti Rodiatul Kholidawati memberikan bimbingan membaca Al-Qur’an dengan menitikberatkan pada penerapan ilmu tajwid, khususnya hukum bacaan Ikhfa, Qolqolah, serta ketepatan panjang dan pendek bacaan. Materi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an agar tidak hanya lancar, tetapi juga tepat sesuai kaidah yang telah ditetapkan.
Pada pembahasan hukum bacaan Ikhfa, ibu-ibu MT Nurul Islam diarahkan untuk memahami cara melafalkan bacaan secara samar dengan tetap menjaga ketentuan dengungnya. Sementara itu, pada materi Qolqolah, peserta dibimbing mengenali huruf-huruf Qolqolah dan melatih pantulan suara ketika huruf tersebut dibaca dalam keadaan sukun. Pemahaman terhadap kedua hukum bacaan ini diharapkan dapat membantu peserta menghindari kekeliruan dalam melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Tak kalah penting, ketepatan membaca panjang dan pendek bacaan juga menjadi perhatian dalam bimbingan tersebut. Setiap harakat dan ketentuan panjang bacaan memiliki aturan yang perlu diperhatikan. Karena itu, peserta diajak untuk lebih cermat dalam melafalkan ayat, tidak terburu-buru, serta membiasakan diri membaca Al-Qur’an dengan tartil. Ketelitian dalam menjaga panjang dan pendek bacaan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas tilawah.
Melalui bimbingan ini, Siti Rodiatul Kholidawati menegaskan pentingnya belajar Al-Qur’an secara berkelanjutan. Kemampuan membaca yang baik tidak cukup hanya mengandalkan kebiasaan, tetapi perlu disertai pemahaman ilmu tajwid dan latihan yang konsisten. Dengan demikian, kegiatan majelis taklim tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperdalam ilmu agama dan memperbaiki kualitas ibadah.
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya PAI KUA Kecamatan Curup Utara dalam mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an melalui pembinaan yang berkesinambungan. Diharapkan, ibu-ibu MT Nurul Islam semakin termotivasi untuk terus belajar, memperbaiki bacaan, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui semangat belajar yang terus terjaga, setiap huruf diharapkan dilafalkan dengan benar, setiap hukum tajwid diterapkan dengan tepat, dan setiap ayat dibaca dengan penuh kesungguhan. Sebab, mencintai Al-Qur’an bukan hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan berusaha menjaga ketepatan bacaannya.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #IlmuTajwid#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



