Jangan Tunggu Musibah Datang, Ringankan Tangan untuk Bersedekah! PAI KUA Curup Utara Tanamkan Kepedulian di MT Al-Muhajirin Lubuk Kembang
Rejang Lebong (Humas) – Sedekah bukan sekadar memberikan sebagian harta kepada orang lain, melainkan wujud kepedulian, ketulusan hati, dan ikhtiar untuk meraih rahmat Allah SWT. Pesan inilah yang disampaikan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Curup Utara, Eko Extrada, M.Pd, saat memberikan bimbingan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Al-Muhajirin Desa Lubuk Kembang pada Jum'at (9/10).
Dalam kegiatan tersebut, Eko mengangkat materi tentang sedekah sebagai ikhtiar untuk memohon perlindungan Allah SWT dari musibah. Ia mengajak para jamaah untuk tidak menunggu memiliki harta berlimpah ataupun menanti datangnya kesulitan sebelum mulai bersedekah. Menurutnya, kebiasaan berbagi perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk ketaatan kepada Allah sekaligus kepedulian terhadap sesama manusia.
Eko menjelaskan bahwa sedekah memiliki makna yang luas. Tidak hanya berupa uang atau materi, sedekah juga dapat diwujudkan melalui pemberian makanan, bantuan kepada tetangga yang membutuhkan, meringankan beban orang lain, bahkan memberikan senyuman dan perkataan yang baik. Dengan demikian, setiap orang memiliki kesempatan untuk bersedekah sesuai kemampuan masing-masing tanpa harus menunggu menjadi kaya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa manusia tidak pernah mengetahui kapan ujian dan musibah akan datang. Karena itu, umat Islam hendaknya memperbanyak amal kebaikan, berdoa, menjaga hubungan dengan Allah SWT, serta membangun kepedulian sosial. Sedekah menjadi salah satu ikhtiar spiritual yang mengajarkan manusia untuk senantiasa berharap pada pertolongan Allah, tanpa menjadikannya sebagai jaminan bahwa seseorang pasti terhindar dari setiap musibah.
“Jangan menunggu musibah datang baru kita tergerak untuk membantu orang lain. Selagi ada kesempatan, mari bersedekah dengan ikhlas sesuai kemampuan. Bisa jadi bantuan kecil yang kita berikan sangat berarti bagi orang yang sedang menghadapi kesulitan,” menjadi pesan yang ditekankan dalam penyuluhan tersebut.
Melalui bimbingan ini, jamaah MT Al-Muhajirin Desa Lubuk Kembang diharapkan semakin memahami pentingnya sedekah, tidak hanya sebagai amalan ibadah, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menumbuhkan solidaritas di tengah masyarakat. Semangat berbagi diharapkan tumbuh dari kesadaran hati, bukan semata-mata karena adanya musibah atau permintaan bantuan.
Kegiatan penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya PAI KUA Curup Utara dalam menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui materi yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan, penyuluh agama terus mendorong jamaah untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kebaikan tidak harus menunggu berlebih, kepedulian tidak harus menunggu diminta, dan sedekah tidak harus menunggu musibah tiba.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #Sedekah#PenghalangMusibah#MT.AlMuhajirin#PAIKUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



