Isi Ceramah Takziah, ASN KUA Curup Tengah : Kematian Adalah Awal Dimulainya Kehidupan Baru yang Abadi
Rejang Lebong (Humas) – Kematian merupakan kepastian yang akan dialami oleh setiap makhluk hidup. Namun, dalam pandangan Islam, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal perjalanan menuju kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Pesan tersebut disampaikan oleh ASN KUA Curup Tengah, Emilia Contesa, S.Pd dalam ceramah takziah kepada keluarga yang sedang berduka di Kelurahan Tunas Harapan, Senin (12/10).
Dalam tausiyahnya, ASN KUA Curup Tengah, Emilia Contesa, S.Pd mengajak jamaah yang hadir untuk menjadikan peristiwa kematian sebagai pengingat akan keterbatasan usia manusia di dunia. Setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT, sehingga kesempatan hidup yang diberikan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ibadah, serta berbuat kebaikan kepada sesama.
Ia menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah tempat persinggahan sementara, sedangkan kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang kekal. Oleh karena itu, setiap muslim perlu mempersiapkan bekal terbaik sebelum ajal menjemput, melalui keimanan, ketakwaan, amal ibadah, dan akhlak mulia.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Ankabut ayat 57:
Yang artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kematian adalah ketetapan Allah SWT yang tidak dapat dihindari. Karena itu, setiap insan hendaknya senantiasa melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, Emilia juga menyampaikan agar senantiasa bersabar dan mengikhlaskan kepergian anggota keluarga tercinta. Kesedihan merupakan hal yang manusiawi, tetapi seorang muslim hendaknya tetap meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Doa dan amal kebaikan menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon rahmat dan ampunan Allah bagi almarhum atau almarhumah.
Lebih lanjut, kegiatan takziah bukan hanya menjadi sarana menyampaikan belasungkawa, tetapi juga momentum untuk mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mengingatkan sesama tentang pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.
Melalui ceramah takziah ini, diharapkan jamaah dapat mengambil hikmah dari peristiwa kematian, semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan memanfaatkan sisa usia untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.
KUA Kecamatan Curup Tengah melalui peran ASN dan Penyuluh Agama Islam terus berupaya menghadirkan bimbingan keagamaan di tengah masyarakat, termasuk dalam suasana duka, agar nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan keimanan senantiasa menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PLOKUACurupTengah#SiapBersinergidanMelayaniUmmat#
From : KUA Curup Tengah


