Kepala MTsN 2 Rejang Lebong Jadi Pembina Tamu di SDN 7, Tekankan Salat, Adab, dan Moderasi Beragama
Rejang Lebong, (Humas) — Penguatan karakter sejak usia dini menjadi pesan utama dalam pelaksanaan upacara bendera rutin hari Senin di halaman SDN 7 Rejang Lebong. Pada kesempatan tersebut, Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., hadir sebagai pembina tamu dan memberikan motivasi kepada murid tentang pentingnya ibadah, adab, penghormatan kepada guru, kasih sayang terhadap teman, serta moderasi beragama. (12/10)
Kehadiran Wawan Herianto sebagai praktisi pendidikan di Kabupaten Rejang Lebong menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan pembinaan karakter kepada murid sekolah dasar. Melalui amanat upacara, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga perlu tercermin dalam perilaku, kedisiplinan, dan cara seseorang memperlakukan orang lain.
Dalam amanatnya, Wawan menekankan pentingnya menjaga salat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus membangun kebiasaan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak murid untuk membiasakan diri melaksanakan ibadah, menghormati orang tua, mendengarkan nasihat guru, dan menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh.
Ia juga menyampaikan pesan bahwa adab merupakan fondasi penting dalam menuntut ilmu. Kepintaran perlu disertai sikap santun, kejujuran, kerendahan hati, dan kemampuan menghargai orang lain. Ilmu yang dimiliki seseorang akan semakin bermanfaat apabila digunakan untuk kebaikan dan disertai perilaku yang terpuji.
“Anak-anak harus rajin belajar, tetapi jangan lupa menjaga salat dan menghormati orang lain. Hormati guru yang membimbing kalian, sayangi teman-teman, dan biasakan berbicara dengan sopan. Orang yang berilmu akan semakin baik apabila memiliki adab dan akhlak yang mulia,” pesan Wawan dalam amanatnya.
Selain ibadah dan adab, moderasi beragama turut menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan. Murid diajak untuk menghargai perbedaan, tidak mengejek teman karena latar belakang atau keyakinannya, menghindari pertengkaran, serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik. Nilai-nilai tersebut perlu dibiasakan sejak dini agar murid mampu hidup berdampingan secara damai di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Menurut Wawan, sikap saling menghormati tidak mengurangi keyakinan seseorang, tetapi justru menunjukkan kedewasaan dalam beragama dan bersosialisasi. Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap murid untuk belajar, berteman, dan mengembangkan potensi tanpa perundungan maupun perlakuan diskriminatif.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., menegaskan bahwa pendidikan karakter perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya melalui nasihat.
“Anak-anak dapat memulainya dari kebiasaan sederhana: melaksanakan salat, datang ke sekolah dengan disiplin, mendengarkan guru, membantu teman yang kesulitan, berkata jujur, dan tidak menyakiti orang lain. Jika kebiasaan baik ini dilakukan setiap hari, karakter positif akan tumbuh secara bertahap,” ujarnya.
Ia juga mengajak para murid untuk menjadikan sekolah sebagai tempat menimba ilmu sekaligus belajar menjadi manusia yang bermanfaat. Menurutnya, guru, orang tua, dan lingkungan pendidikan memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk kebiasaan baik pada diri anak.
Amanat tersebut memberikan pengingat bahwa pendidikan yang bermakna harus menyeimbangkan kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, dan kematangan sosial. Murid perlu dibimbing agar mampu memahami pelajaran, menjalankan kewajiban, menghargai orang lain, serta bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
Melalui kesempatan ini, nilai-nilai pendidikan karakter diharapkan semakin kuat diterapkan dalam keseharian murid SDN 7 Rejang Lebong. Pesan tentang salat, adab, dan moderasi beragama juga sejalan dengan upaya membangun generasi yang berilmu, santun, toleran, dan mampu menjaga kerukunan.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


