Cegah Kebiasaan Merokok Sejak Dini, Puskesmas Air Pikat Edukasi Murid Kelas IX MTsN 2 Rejang Lebong
Rejang Lebong, (Humas) — Upaya melindungi remaja dari kebiasaan merokok terus diperkuat melalui edukasi kesehatan di lingkungan madrasah. Tim Puskesmas Air Pikat, Kecamatan Bermani Ulu, melaksanakan sosialisasi bertema Remaja Anti-Smoking kepada murid kelas IX MTsN 2 Rejang Lebong, Senin (12/10). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas IX ini didampingi oleh Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), M. Ali Saputra, S.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, Winci, salah satu anggota tim Puskesmas Air Pikat, memberikan edukasi mengenai pentingnya menjauhi rokok sejak usia remaja. Sosialisasi ini menjadi langkah preventif untuk membangun pemahaman murid tentang risiko merokok sekaligus membekali mereka agar mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi pengaruh lingkungan dan pergaulan.
Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan dan pengambilan keputusan. Rasa ingin tahu, ajakan teman sebaya, serta anggapan bahwa merokok membuat seseorang terlihat dewasa dapat menjadi faktor yang mendorong remaja mencoba rokok. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan melalui informasi yang benar, komunikasi terbuka, dan penguatan kemampuan murid untuk menolak ajakan yang berisiko.
Merokok dapat menimbulkan ketergantungan akibat kandungan nikotin serta meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Paparan asap rokok juga dapat berdampak pada orang-orang di sekitarnya. Pemahaman mengenai risiko tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar murid tidak menjadikan rokok sebagai bagian dari gaya hidup maupun sarana mencari pengakuan dalam pergaulan.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara madrasah dan tenaga kesehatan dalam melindungi generasi muda.
“Pencegahan kebiasaan merokok harus dimulai sejak remaja, bukan menunggu sampai kebiasaan itu terbentuk. Murid perlu dibekali pengetahuan yang benar, keberanian untuk mengatakan tidak, serta kemampuan memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Madrasah mendukung upaya edukasi seperti ini agar murid mampu menjaga dirinya dan bertanggung jawab terhadap kesehatannya,” ungkap Wawan.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan kesehatan akan lebih efektif apabila didukung oleh pembiasaan dan keteladanan. Oleh sebab itu, upaya pencegahan merokok perlu dilanjutkan melalui penguatan tata tertib madrasah, pembinaan oleh guru, pendampingan UKS, serta komunikasi dengan orang tua. Murid juga perlu didorong untuk menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya tanpa menghakimi atau merendahkan mereka.
Melalui sosialisasi ini, murid diharapkan mampu mengenali risiko merokok, menolak ajakan secara tegas dan santun, serta memilih kegiatan positif seperti olahraga, organisasi, dan aktivitas pengembangan diri. Apabila murid menghadapi tekanan pergaulan atau kesulitan menghentikan kebiasaan merokok, mereka perlu diarahkan untuk mencari bantuan dari orang dewasa tepercaya dan tenaga kesehatan.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpeg)