Tesis Terbaik! Guru MTsN 2 Rejang Lebong Ukir Prestasi Akademik di IAIN Curup
Rejang Lebong, (Humas) — Mengangkat praktik pendidikan di madrasah sendiri menjadi sebuah karya ilmiah berprestasi. Guru MTsN 2 Rejang Lebong sekaligus Pembina OSIM, Ade Sonnie Aglesia, S.Pd., M.Pd., resmi menyandang gelar magister dan meraih penghargaan Tesis Terbaik pada prosesi wisuda yang berlangsung di Aula IAIN Curup, Sabtu (24/10).
Penghargaan tersebut diberikan atas tesis berjudul “Implementasi Manajemen Kurikulum Berbasis Cinta di MTs Negeri 2 Rejang Lebong: Analisis Kebijakan dan Pemahaman Guru.” Karya ilmiah tersebut memperoleh nilai 94,7 dengan predikat A atau Sangat Baik.
Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsa, M.Pd.I., menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Ade Sonnie Aglesia. Selain menerima sertifikat penghargaan, Ade juga memperoleh apresiasi berupa uang pembinaan sebesar Rp500.000.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MTsN 2 Rejang Lebong. Lebih dari pencapaian akademik pribadi, penelitian yang diangkat Ade memiliki keterkaitan langsung dengan upaya madrasah dalam memahami dan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, penghargaan, dan pembentukan karakter.
Melalui penelitian tersebut, Ade mengkaji bagaimana kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan di lingkungan madrasah serta bagaimana guru memahami kebijakan tersebut. Kajian ini menjadi penting karena keberhasilan sebuah kurikulum tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang ditetapkan, tetapi juga oleh pemahaman dan kesiapan guru dalam menerjemahkannya ke dalam praktik pembelajaran.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan tesis terbaik ini bukan hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga membawa nama baik madrasah, sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman dan praktik pendidikan di madrasah dapat menjadi sumber kajian ilmiah yang bernilai.
Wawan berharap gelar magister dan capaian akademik yang diraih Ade dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan madrasah. Ia juga mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman guru dan meningkatkan kualitas penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.
“Selamat kepada Ade Sonnie Aglesia atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan magister sekaligus meraih penghargaan tesis terbaik. Kami berharap ilmu dan hasil penelitian ini dapat dibagikan kepada rekan-rekan guru serta memberikan manfaat bagi pengembangan MTsN 2 Rejang Lebong. Prestasi ini membuktikan bahwa guru tidak hanya berperan dalam mengajar, tetapi juga dapat menjadi peneliti yang menghadirkan gagasan dan solusi bagi kemajuan pendidikan,” ungkap Wawan.
Sementara itu, Ade Sonnie Aglesia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pencapaian yang diraihnya. Ia mengakui bahwa proses menyelesaikan tesis hingga memperoleh penghargaan tersebut membutuhkan kesungguhan, pendampingan, dan dukungan dari berbagai pihak.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar MTsN 2 Rejang Lebong, khususnya Kepala Madrasah, Bapak Wawan Herianto, yang telah memberikan dukungan dan ruang bagi saya untuk terus belajar serta mengembangkan diri. Saya juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing, Prof. Dr. H Sutarto, S.Ag., M.Pd dan Dr. Syaiful Bahri, M.Pd atas arahan, bimbingan, dan kesabaran selama proses penyusunan tesis. Terima kasih juga kepada dosen penguji atas masukan dan saran yang sangat berarti dalam penyempurnaan penelitian ini,” ungkap Ade.
Ia berharap penelitian yang telah diselesaikannya tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi madrasah, terutama dalam memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkarya, dan berbagi ilmu. Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi dan pengembangan bagi madrasah, sehingga nilai-nilai cinta tidak hanya tertulis dalam kebijakan, tetapi benar-benar hadir dalam proses pembelajaran dan interaksi sehari-hari antara guru dan murid,” tambahnya.
Capaian Ade Sonnie Aglesia menjadi pengingat bahwa peningkatan mutu madrasah membutuhkan guru yang terus bertumbuh, baik dalam kompetensi profesional maupun pengembangan keilmuan. Ketika guru mau meneliti, mengevaluasi, dan mengembangkan praktik pendidikan, madrasah memiliki peluang lebih besar untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan nyata.
Keluarga besar MTsN 2 Rejang Lebong menyampaikan selamat dan sukses atas gelar magister serta penghargaan tesis terbaik yang diraih. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi guru lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan madrasah.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


