Kuliah di Akhir Pekan, Mengabdi Sepanjang Pekan: Perjuangan Guru MTsN 2 Rejang Lebong Berakhir Manis
Rejang Lebong (Humas) — Mengenakan toga wisuda bukan sekadar menandai keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi bukti dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Hal inilah yang dirasakan Ade Sonnie Aglesia, S.Pd., M.Pd., guru MTsN 2 Rejang Lebong sekaligus Pembina OSIM, yang resmi menyandang gelar magister dari Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAIN Curup pada prosesi wisuda di Aula IAIN Curup, Sabtu (24/10).
Di balik kebahagiaan tersebut, tersimpan perjuangan yang tidak sederhana. Saat ditemui Tim Humas di kediamannya, Ade menceritakan bagaimana ia harus membagi waktu antara tanggung jawab pekerjaan dan kewajiban sebagai mahasiswa. Senin hingga Jumat ia disibukkan dengan aktivitas pekerjaan di madrasah, sementara Sabtu dan Minggu ia gunakan untuk mengikuti perkuliahan.
Rutinitas tersebut menuntut kedisiplinan, pengelolaan waktu, dan komitmen yang kuat. Di tengah tanggung jawab pekerjaan, Ade tetap harus mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas akademik, melakukan penelitian, hingga merampungkan tesis. Tidak jarang rasa lelah dan tekanan datang bersamaan, tetapi ia berusaha menjaga konsistensi agar kedua tanggung jawab tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Memang pusing, dan perjuangan ini tidak mudah. Senin sampai Jumat saya bekerja, kemudian Sabtu dan Minggu kuliah. Ada banyak hal yang harus dibagi dan diselesaikan. Kalau hanya mengandalkan diri sendiri, saya pun belum tentu yakin bisa menyelesaikan semuanya. Saya sangat bersyukur karena dikelilingi orang-orang baik yang selalu membantu dan menjadi support system selama proses ini. Berkat dukungan mereka, akhirnya saya bisa menyelesaikan studi magister dengan baik dan tepat waktu,” ungkap Ade.
Di antara banyak orang yang memberikan dukungan, orang tua menjadi sosok yang memiliki tempat paling istimewa dalam perjalanan pendidikannya. Dengan penuh haru, Ade menyampaikan rasa terima kasih kepada ayah dan ibunya yang telah mendidik, membimbing, serta memberikan bekal kehidupan hingga ia mampu mencapai tahap ini.
“Selamat Bapak, Mama. Capaian Ayok hari ini adalah bukti keberhasilan Mama dan Bapak dalam mendidik, mengajarkan, dan mengasuh Ayok. MaasyaAllah, entah belajar dari mana ilmu parenting yang hebat itu. Terima kasih, Bapak dan Mama,” ucapnya dengan haru.
Ungkapan tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan seseorang tidak selalu lahir dari perjuangan individu semata. Ada doa, pengorbanan, pendidikan keluarga, dan dukungan orang-orang terdekat yang turut mengantarkan seseorang menuju keberhasilan. Bagi Ade, gelar magister yang kini diraihnya bukan hanya pencapaian akademik pribadi, melainkan juga buah dari kebaikan banyak orang yang hadir dalam perjalanan hidupnya.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Ade menyelesaikan pendidikan magister pada Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai guru dan Pembina OSIM. Ia menilai capaian tersebut menjadi contoh bahwa tanggung jawab pekerjaan tidak harus menghentikan semangat seorang guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
Wawan juga mendorong guru-guru di lingkungan madrasah agar menjadikan prestasi tersebut sebagai motivasi untuk mengembangkan diri. Menurutnya, peningkatan kualifikasi akademik perlu diikuti dengan kontribusi nyata dalam pembelajaran, pengembangan program madrasah, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
“Selamat kepada Ade Sonnie Aglesia atas keberhasilan meraih gelar magister. Kami bangga atas perjuangan dan komitmen yang telah ditunjukkan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan dibagikan kepada rekan-rekan guru serta memberikan manfaat bagi madrasah. Saya berharap pencapaian ini menginspirasi guru lainnya untuk tidak berhenti belajar, terus meningkatkan kompetensi, dan berani mengembangkan diri meskipun memiliki berbagai tanggung jawab,” ungkap Wawan.
Perjalanan Ade memberikan pelajaran bahwa melanjutkan pendidikan sambil bekerja memang membutuhkan pengorbanan. Namun, dengan perencanaan waktu, komitmen, dukungan keluarga, dan lingkungan yang positif, tantangan tersebut dapat dilalui secara bertahap.
Kini, toga magister yang dikenakannya menjadi penanda bahwa perjuangan panjang itu tidak sia-sia. Lebih dari sekadar gelar akademik, pengalaman tersebut mengajarkan arti ketekunan, rasa syukur, dan pentingnya menghargai orang-orang yang turut membantu perjalanan menuju keberhasilan.
Keluarga besar MTsN 2 Rejang Lebong mengucapkan selamat atas capaian yang diraih Ade Sonnie Aglesia. Semoga gelar dan ilmu dari Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam menjadi bekal untuk terus berkarya, menginspirasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan madrasah.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


