Entry Meeting Bersama BPK RI, Kemenag Rejang Lebong Siapkan Pemeriksaan BMN Secara Transparan
Rejang Lebong (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya keterbukaan, ketertiban administrasi, dan kerja sama seluruh satuan kerja dalam mendukung pemeriksaan Barang Milik Negara (BMN) oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Hal tersebut disampaikan Rahman Umar saat memberikan sambutan dalam rapat entry meeting bersama Tim BPK RI yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (29/10).
Pemeriksaan BMN tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 29 Oktober hingga 1 November 2026. Selama periode pemeriksaan, seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag Rejang Lebong diharapkan memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan dokumen, data administrasi, serta aset yang diperlukan untuk kepentingan pemeriksaan.
Kegiatan entry meeting ini dihadiri oleh Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha, para kepala seksi dan penyelenggara, seluruh kepala madrasah negeri, kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan, serta pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong.
Dalam sambutannya, Rahman Umar menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim BPK RI sekaligus menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan BMN di lingkungan Kemenag Rejang Lebong.
Ia menjelaskan bahwa Kemenag Rejang Lebong memiliki 15 KUA yang tersebar di 15 kecamatan serta tujuh madrasah negeri, terdiri atas empat Madrasah Ibtidaiyah (MI), dua Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan satu Madrasah Aliyah (MA). Dengan cakupan satuan kerja tersebut, pengelolaan aset negara memerlukan koordinasi dan pengawasan yang baik agar seluruh BMN tercatat, terpelihara, dan dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rahman menegaskan bahwa pemeriksaan BPK RI harus dipandang sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas tata kelola aset negara, bukan sekadar kegiatan pemeriksaan administratif.
“Kami menyambut baik pelaksanaan pemeriksaan ini. Apabila masih terdapat kekurangan dalam pengelolaan BMN, hal tersebut hendaknya menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi kita bersama agar pengelolaan aset negara ke depan semakin tertib, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh kepala madrasah dan kepala KUA agar bersikap kooperatif serta memastikan kesiapan dokumen dan aset yang menjadi objek pemeriksaan. Seluruh satuan kerja diminta tetap bersiaga selama proses pemeriksaan berlangsung, apabila Tim BPK RI memerlukan data, keterangan, maupun pengecekan fisik aset, termasuk kendaraan dinas.
Menurutnya, kesesuaian antara data administrasi dan kondisi fisik barang merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, setiap satuan kerja diharapkan memberikan informasi secara benar dan terbuka sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Kami berharap seluruh jajaran dapat bekerja sama dengan baik, menyiapkan dokumen yang diperlukan, serta memastikan aset yang tercatat dapat ditunjukkan apabila dibutuhkan oleh tim pemeriksa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rahman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim BPK RI yang telah hadir untuk melaksanakan pemeriksaan di lingkungan Kemenag Rejang Lebong. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan masukan konstruktif dalam memperkuat pengelolaan BMN dan meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Melalui pemeriksaan yang berlangsung selama empat hari ini, Kemenag Rejang Lebong berharap pengelolaan BMN di seluruh satuan kerja semakin tertib administrasi, transparan, dan bertanggung jawab. Kerja sama seluruh jajaran menjadi faktor penting untuk memastikan setiap aset negara dikelola sesuai dengan ketentuan serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
(Prada/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #kemenagrl #rejanglebong
From : Kemenag

.jpg)
