Diskusi Inspiratif di MAN Rejang Lebong: Membangun Kesadaran Literasi Digital Siswa
Rejang Lebong (HUMAS)-- Suasana diskusi yang hidup terlihat di ruang BK MAN Rejang Lebong, di mana dosen IAIN Rejang Lebong, guru BK, dan agen perubahan berkumpul untuk membahas kesadaran literasi digital siswa. Salah satu dosen, Dita, mengajukan pertanyaan penting mengenai pemahaman siswa terkait konflik Israel-Palestina dalam kerangka Focus Group Discussion (FGD) yang merupakan bagian dari penelitian tentang literasi digital generasi Z.(11/10)
Dita menyampaikan bahwa siswa MAN Rejang Lebong menunjukkan kesadaran literasi digital yang baik saat ditanya mengenai isu ini. "Ini menandakan bahwa banyak siswa sudah bijak dalam bermedia sosial," ungkap Dita.
Selanjutnya, Dita bertanya tentang peran sekolah dalam membentuk sikap bijak siswa dalam menggunakan media sosial. Tina, seorang guru BK, menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak sering dilakukan oleh para guru. "Contohnya, ketika ada kasus viral, kami selalu mengingatkan siswa untuk bijak dalam berkomentar dan memilah informasi yang mereka baca," jelasnya.
Dalam diskusi sebelumnya di aula, Dita mengungkapkan bahwa siswa didorong untuk menggali pengetahuan mereka mengenai konflik Palestina. Banyak di antara mereka mulai mencari informasi dari guru dan kemudian melanjutkan pencarian di media sosial. Hal ini berdampak pada tindakan nyata, seperti memboykot produk pro-Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.
"Ini menunjukkan bahwa siswa sudah mulai menyadari pentingnya literasi digital dan bijak dalam bermedia sosial," tegas Dita.
Julita, salah satu agen perubahan, menambahkan bahwa guru di MAN Rejang Lebong berupaya mengintegrasikan tema literasi digital ke dalam pembelajaran sehari-hari. "Dengan menyelipkan contoh-contoh kasus seperti konflik Palestina dalam diskusi kelas, kami mendorong siswa untuk mencari tahu lebih dalam, yang berujung pada simpati dan dukungan mereka," katanya.
Julita juga menekankan pentingnya mendidik siswa agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan bijak dalam berliterasi di era digital saat ini. Leni, dosen IAIN lainnya, menegaskan bahwa kesadaran literasi digital sangat penting agar siswa memiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga harus bijak dalam menggunakannya. "Dorongan dari pendidik dan orang tua sangat diperlukan," ujarnya.
Keseluruhan kegiatan diskusi berlangsung lancar dan penuh semangat, menciptakan kolaborasi yang positif antara guru dan dosen untuk meningkatkan literasi digital di kalangan siswa.
(Julita/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : Literasidigitalmenrejanglebong
From : MAN Rejang Lebong



.jpg)