Wakil Kepala MAN Rejang Lebong Ajak Guru Ikuti Short Course “Santri Mahir Artificial Intelligence"
Rejang Lebong (HUMAS)-- Lilis Suryani, Wakil Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rejang Lebong bidang akademik, mengajak para guru di madrasah tersebut untuk mengikuti pelatihan short course bertajuk "Santri Mahir Artificial Intelligence." Pelatihan ini akan dilaksanakan pada tanggal 20 hingga 21 Oktober 2024, bertujuan untuk membekali para guru dengan pemahaman dan keterampilan dalam bidang kecerdasan buatan (AI).
Dalam era yang semakin mengglobal dan digital, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan mendesak. Lilis Suryani menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang pendidikan. "Dunia yang mengglobal dan digital adalah keniscayaan. Setiap individu, terutama para pendidik, harus siap menghadapi perubahan ini," ujar Lilis dalam sambutannya.
Lilis menambahkan bahwa teknologi bukan hanya alat bantu, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam perjuangan untuk menyampaikan konten kebaikan. Dengan pemahaman teknologi, terutama AI, para guru dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam proses pendidikan. "Siapa yang menguasai teknologi, dialah yang akan menguasai dunia," tambahnya.
Menurut Lilis, penguasaan AI akan memberi guru kemampuan untuk mendukung proses belajar-mengajar dengan lebih efektif. Tidak hanya itu, keterampilan ini juga dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan madrasah. "Kami berharap para guru dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung kegiatan belajar dan pengelolaan madrasah secara keseluruhan," jelas Lilis.
Pelatihan yang akan dilaksanakan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman praktis dan aplikatif tentang kecerdasan buatan. Para peserta akan belajar tentang dasar-dasar AI, aplikasinya dalam dunia pendidikan, serta bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Tujuan utama dari short course ini adalah memberikan guru-guru MAN Rejang Lebong bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. AI bukan lagi sesuatu yang jauh dari jangkauan kita, tapi sudah menjadi kebutuhan nyata," ujar Lilis optimis.
Dalam konteks pendidikan, teknologi AI dapat memberikan berbagai solusi untuk permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Dengan AI, proses analisis data siswa, penilaian otomatis, hingga personalisasi pembelajaran dapat lebih mudah dilakukan.
Salah satu harapan dari pelatihan ini adalah agar para guru tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi juga dapat berinovasi dan menciptakan pendekatan-pendekatan baru dalam pengajaran berbasis teknologi.
"Kami optimis bahwa dengan pembekalan yang tepat, para guru dapat memanfaatkan teknologi AI untuk memberikan dampak positif tidak hanya pada siswa, tetapi juga pada pengelolaan madrasah," tutup Lilis.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya MAN Rejang Lebong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memastikan para guru memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam era digital.
(Wajdi/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : manrl
From : MAN Rejang Lebong

.jpg)

