KKGMI Kabupaten Rejang Lebong Inovasi Sertifikat Pelatihan Berbarcode untuk Mempermudah Akses Dokumen Penting
Rejang Lebong (Humas) - Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kabupaten Rejang Lebong memperkenalkan inovasi baru dengan memberikan sertifikat pelatihan yang dilengkapi dengan barcode. Fitur ini dinilai sangat membantu dalam mengakses berbagai dokumen penting terkait kegiatan pelatihan, terutama bagi para guru dan kepala madrasah. Pemberian sertifikat dengan barcode ini dilakukan pada Kamis, (24/10), setelah acara pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka untuk Fase A (kelas 1 dan 2) yang berlangsung di MIN 1 Rejang Lebong.
Randi Sefto Fanedi, S.Pd., selaku Ketua KKGMI Kabupaten Rejang Lebong, menjelaskan bahwa penggunaan barcode pada sertifikat mempermudah dalam manajemen dokumen pelatihan. “Barcode ini sangat membantu guru dan kepala madrasah. Hanya dengan melakukan scan, kita bisa melihat data dan dokumen kegiatan pelatihan, seperti daftar hadir, materi pelatihan, dokumentasi kegiatan, file sertifikat, berita acara, hingga undangan kegiatan dan surat tugas,” ungkap Randi. Menurutnya, kemudahan ini akan sangat berguna bagi para guru dan kepala madrasah saat mereka membutuhkan informasi pelatihan di kemudian hari.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten dalam penyusunan perangkat pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka, yakni Ike Fransiska, S.Pd., dan Winda Sari Dewi, S.Pd. Dalam pelatihan tersebut, mereka memberikan berbagai materi dan strategi untuk menyusun perangkat pembelajaran yang relevan dengan Kurikulum Merdeka, yang kini telah diimplementasikan di madrasah. Para peserta tampak antusias dalam mengikuti kegiatan ini, karena materi yang disampaikan dirasa sangat bermanfaat bagi pengembangan pembelajaran di kelas, khususnya untuk kelas 1 dan 2 di tingkat Madrasah Ibtidaiyah.
Sejumlah peserta pelatihan juga memberikan tanggapan positif atas inovasi yang diterapkan KKGMI ini. Seorang guru peserta pelatihan, Husnul Khotimah, S.Pd.I, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan barcode pada sertifikat pelatihan. “Inovasi barcode pada sertifikat sangat memudahkan kami. Kami dapat dengan cepat mengakses materi yang sudah dipelajari tanpa harus repot mencari dokumen fisik lagi. Ini tentu sangat bermanfaat,” ujar Husnul Khotimah. Ia berharap sistem seperti ini dapat diterapkan dalam berbagai pelatihan lainnya untuk mempermudah guru dalam mengakses informasi.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, KKGMI Kabupaten Rejang Lebong berharap agar para guru dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam pembelajaran di madrasah masing-masing. Randi menambahkan, “Semoga inovasi ini dapat terus digunakan, karena tidak hanya mempermudah akses dokumen, tetapi juga mendukung proses administrasi yang lebih efektif dan efisien.” KKGMI optimis bahwa inovasi ini akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Rejang Lebong. (Rasefa_Humas).
(Rasefa_Humas/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #KKGMIRejangLebong #Humas
From : MIN 1



