Rejang Lebong (HUMAS)--- Griya STAIN kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan pada Selasa, 3 Desember 2024, ketika Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I, memberikan bimbingan penyuluhan kepada anak-anak setempat. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengoptimalkan bacaan Al-Qur'an dengan fokus pada penerapan ilmu tajwid, khususnya dalam memperhatikan tempat berhenti (waqaf) dan panjang pendek bacaan (mad).
Dalam penyuluhannya, Siti Rodiatul Kholidawati menjelaskan pentingnya membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid. Ia menekankan bahwa memperhatikan waqaf dan mad bukan hanya soal teknis membaca, tetapi juga mencerminkan penghormatan terhadap makna ayat-ayat suci. "Membaca Al-Qur'an tidak hanya soal membaca huruf dengan jelas, tetapi juga memahami bagaimana jeda dan panjang pendek bacaan dapat memengaruhi maknanya," ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan bacaan Al-Qur'an mereka di bawah bimbingan Siti Rodiatul Kholidawati. Mereka diajarkan bagaimana mengidentifikasi tanda waqaf dan mengatur panjang bacaan sesuai hukum tajwid yang berlaku.
Menurut Siti, kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak lebih percaya diri dan terampil dalam membaca Al-Qur'an. "Kami ingin generasi muda tidak hanya membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memahami keindahan tata cara membaca yang benar. Ini menjadi langkah awal untuk mencintai dan mendalami Al-Qur'an," tambahnya.
Kepala KUA Curup Utara, Supianto, S.Ag, M.H.I, mengapresiasi inisiatif ini sebagai bagian dari program pembinaan generasi Qur'ani di wilayah Curup Utara. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat nilai-nilai agama di kalangan generasi muda.
Bimbingan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Curup Utara dalam mendukung pembinaan keagamaan masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. Antusiasme yang tinggi dari para peserta menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Al-Qur'an memiliki tempat penting dalam membangun generasi yang cerdas spiritual dan berkarakter.