Guru BK MAN Rejang Lebong Pantau Kondisi Psikis Siswa Selama Masa Ujian
Rejang Lebong (HUMAS) ----- Guru Bimbingan Konseling (BK) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rejang Lebong berperan aktif dalam memantau kondisi psikis siswa selama masa ujian akhir semester. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kesehatan mental siswa tetap terjaga agar mereka dapat menghadapi ujian dengan optimal.(09/12/24).
Marlina, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, mengungkapkan bahwa masa ujian sering menjadi momen penuh tekanan bagi siswa. “Kami memahami bahwa tekanan akademik bisa memengaruhi performa dan kesejahteraan mental siswa. Oleh karena itu, guru BK kami secara proaktif mendampingi mereka,” ujarnya.
Menurut Yusrijal, Kepala MAN Rejang Lebong, guru BK memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam membantu siswa yang bermasalah, tetapi juga memastikan siswa secara umum memiliki mental yang kuat untuk menghadapi tantangan akademik. "Kami sangat mengapresiasi peran guru BK, terutama dalam membantu siswa mengatasi stres selama ujian," katanya.
Antoni, salah seorang guru BK MAN Rejang Lebong, menjelaskan bahwa selama masa ujian, mereka menerapkan berbagai pendekatan untuk membantu siswa. “Kami melakukan sesi konseling individu maupun kelompok untuk membantu siswa mengenali masalah, menemukan solusi, dan mengembangkan keterampilan penyelesaian masalah,” jelas Antoni.
Selain itu, Antoni menambahkan, guru BK juga memberikan dukungan dalam bentuk teknik relaksasi dan strategi coping yang dapat membantu siswa menghadapi tekanan akademik. “Kami ingin memastikan mereka tidak hanya berhasil dalam ujian, tetapi juga dalam menjaga kesejahteraan mental mereka,” tambahnya.
Guru BK juga membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial melalui kegiatan bimbingan kelompok. Hal ini penting untuk membangun rasa percaya diri dan membentuk konsep diri yang positif di tengah lingkungan sosial mereka. “Keseimbangan antara akademik dan mental adalah kunci keberhasilan mereka di masa depan,” lanjut Antoni.
Salah seorang siswa MAN Rejang Lebong, Rani, mengungkapkan bahwa peran guru BK sangat membantu dirinya menghadapi ujian. “Saya merasa lebih tenang setelah berdiskusi dengan guru BK. Mereka memberi saya cara untuk mengelola waktu dan stres,” ungkap Rizki.
Marlina juga menekankan bahwa peran guru BK tidak hanya berakhir di masa ujian. “Kami ingin siswa dapat membawa pembelajaran ini ke kehidupan sehari-hari mereka, sehingga mereka memiliki daya tahan mental yang baik untuk menghadapi tantangan hidup,” katanya.
Dengan dukungan penuh dari guru BK, MAN Rejang Lebong berharap siswa dapat melewati masa ujian dengan hasil yang memuaskan dan kondisi psikis yang tetap sehat. Peran ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pengembangan mental dan karakter.
(Wajdi/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : manrl
From : MAN Rejang Lebong


