PAI KUA Binduriang Berikan Tausiyah Isra' Mi'raj 1446 H di Masjid Nurul Fatah
Rejang Lebong (HUMAS)---- Jumat, 10 Januari 2025 , Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binduriang, Fuzan, memberikan tausiyah memperingati Isra Mikraj 1446 H di Masjid Nurul Fatah, Desa Kampung Jeruk, setelah Sholat Jumat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Kampung Jeruk, perangkat desa, tokoh agama, serta jamaah pengajian majelis taklim, baik bapak-bapak, ibu-ibu, maupun anak-anak.
Fauzan dalam ceramahnya menjelaskan bahwa peristiwa Isra dan Mikraj merupakan momen yang selalu diperingati setiap tahun pada bulan Rajab untuk mengenang perjalanan sejarah Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi setelah Rasulullah menghadapi musibah besar, yaitu kehilangan orang-orang terkasih seperti istrinya, Siti Khadijah, dan pamannya.
Untuk menghibur Rasulullah SAW, Allah SWT menurunkan wahyu dalam surat Al-Isra’ ayat 1, yang memerintahkan Isra dan Mikraj sebagai suatu bentuk penghiburan agar Rasulullah tidak berlarut-larut dalam kesedihan. “Isra Mikraj merupakan bentuk dari kekuasaan Allah yang Maha Besar,” ujar Fauzan.
Fauzan menjelaskan bahwa Isra berarti perjalanan jauh, sedangkan Mikraj artinya diangkatnya Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Aqsa hingga melewati tujuh lapisan langit hingga Sidratul Muntaha. Di sana, Rasulullah menerima perintah untuk melaksanakan salat lima waktu.
“Ketika Rasulullah turun ke langit, Nabi Musa a.s. bertanya, 'Hai Muhammad, perintah apa yang kamu terima dari Allah?' Rasulullah menjawab, 'Salat 50 waktu.' Nabi Musa kemudian menyarankan agar Muhammad naik lagi untuk meminta pengurangan, dan setelah 9 kali pertemuan dengan Allah, akhirnya diperintahkanlah salat 5 waktu dengan 17 rakaat,” jelas Fauzan.
Fauzan juga menegaskan bahwa peristiwa Isra dan Mikraj, meskipun tidak dapat diterima akal sehat manusia, adalah bukti kekuasaan Allah yang tak terbatas. “Semua itu terjadi dengan kehendak Allah. Kun fayakun, kata Allah, tidak ada yang dapat menghalangi kekuasaan-Nya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fauzan menyampaikan bahwa esensi dari Isra dan Mikraj adalah penegakan salat. Salat merupakan kewajiban mutlak dari Allah. "Marilah kita tegakkan ibadah salat dan salat sunnah lainnya, agar kewajiban kita dapat dilaksanakan dan amalan sunnah menjadi tabungan pahala kita di hadapan Allah," jelas Fauzan.
Fauzan mengingatkan bahwa salat adalah tiang agama, dan siapa yang meninggalkan salat berarti meruntuhkan agama dirinya. Sebaliknya, siapa yang menegakkan salat berarti membangun agama dalam dirinya.
“Demikian ceramah singkat ini, semoga kita dapat semakin menguatkan iman dan terus menegakkan salat dalam kehidupan sehari-hari. Sesungguhnya, sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah,” tutup Fauzan di akhir ceramahnya.
(Diana Erlina, S. Sos/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #KUABINDURIANG#PENYULUHAGAMASIAPBERGERAK
From : KUA Binduriang



