Memaknai Umur dalam Ketaatan, Penyuluh Agama Sindang Kelingi Bina Majelis Taklim Karya Family
Rejang Lebong (HUMAS)---- – Penyuluh Agama Islam memiliki peran strategis dalam membimbing dan membina masyarakat agar semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi utama penyuluh tak hanya menyampaikan informasi keagamaan, namun juga melakukan motivasi, edukasi, fasilitasi hingga advokasi, baik secara lisan, tulisan maupun praktik langsung di tengah masyarakat dari berbagai jenjang usia.
Salah satu bentuk konkret kegiatan tersebut terlihat pada Selasa (15/04/2025), melalui kegiatan rutin Majelis Taklim Karya Family yang diadakan di minggu kedua setiap bulan, tepatnya tanggal 15. Majelis Taklim ini digerakkan oleh kelompok tani "Karya Family", dan diikuti oleh para anggotanya yang didominasi oleh para bapak.
Hermawan, selaku pengurus majelis, menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan dengan tujuan agar para anggotanya semakin kuat dalam ilmu agama, sehingga tercermin dalam akhlak dan budi pekerti yang mulia.
Pada kesempatan itu, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Sindang Kelingi, Slamet Cahyadi Sani, S.Sos, menyampaikan tausiyah bertema “Memaknai Umur dalam Ketaatan.” Ia menekankan bahwa setiap manusia diberikan jatah umur yang berbeda oleh Allah SWT. Umur yang berkah adalah yang diisi dengan amal dan perbuatan baik.
"Manusia terbaik adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya, sementara manusia paling merugi adalah yang panjang umur namun buruk perilakunya. Maka gunakan sisa umur untuk kebaikan dan persiapkan bekal untuk kembali kepada Sang Khalik," tegas Slamet dalam ceramahnya.
Kegiatan pembinaan ini menjadi bukti nyata hadirnya peran penyuluh agama di tengah masyarakat, sebagai agen perubahan perilaku yang mengajak umat hidup lebih bermakna sesuai ajaran agama. Diharapkan, pembinaan semacam ini terus berlangsung dan memberikan pengaruh positif bagi kelompok-kelompok masyarakat di wilayah Kecamatan Sindang Kelingi.
Sindang Kelingi – Penyuluh Agama Islam memiliki peran strategis dalam membimbing dan membina masyarakat agar semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi utama penyuluh tak hanya menyampaikan informasi keagamaan, namun juga melakukan motivasi, edukasi, fasilitasi hingga advokasi, baik secara lisan, tulisan maupun praktik langsung di tengah masyarakat dari berbagai jenjang usia.
Salah satu bentuk konkret kegiatan tersebut terlihat pada Selasa (15/04/2025), melalui kegiatan rutin Majelis Taklim Karya Family yang diadakan di minggu kedua setiap bulan, tepatnya tanggal 15. Majelis Taklim ini digerakkan oleh kelompok tani "Karya Family", dan diikuti oleh para anggotanya yang didominasi oleh para bapak.
Hermawan, selaku pengurus majelis, menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan dengan tujuan agar para anggotanya semakin kuat dalam ilmu agama, sehingga tercermin dalam akhlak dan budi pekerti yang mulia.
Pada kesempatan itu, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Sindang Kelingi, Slamet Cahyadi Sani, S.Sos, menyampaikan tausiyah bertema “Memaknai Umur dalam Ketaatan.” Ia menekankan bahwa setiap manusia diberikan jatah umur yang berbeda oleh Allah SWT. Umur yang berkah adalah yang diisi dengan amal dan perbuatan baik.
"Manusia terbaik adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya, sementara manusia paling merugi adalah yang panjang umur namun buruk perilakunya. Maka gunakan sisa umur untuk kebaikan dan persiapkan bekal untuk kembali kepada Sang Khalik," tegas Slamet dalam ceramahnya.
Kegiatan pembinaan ini menjadi bukti nyata hadirnya peran penyuluh agama di tengah masyarakat, sebagai agen perubahan perilaku yang mengajak umat hidup lebih bermakna sesuai ajaran agama. Diharapkan, pembinaan semacam ini terus berlangsung dan memberikan pengaruh positif bagi kelompok-kelompok masyarakat di wilayah Kecamatan Sindang Kelingi.
Hastag : KUA Sindang kelingi
From : KUA S. Kelingi



