DAERAH
UMUM
08 Mei 2025
629
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2
Belajar Sejarah MTsN 2 Filial Rejang Lebong Jadi Menyenangkan Dengan Model Pembelajaran CTL
Rejang Lebong, (Humas) — Siapa bilang pelajaran sejarah selalu membosankan? Di tangan guru pengampu Apriliandi, M.Pd, pelajaran sejarah justru menjadi hidup, menyenangkan, dan penuh semangat. Pada Hari Kamis, (8/5) bertempat di kelas VII C MTsN 2 Filial Rejang Lebong, pembelajaran sejarah kali ini terasa berbeda dengan diterapkannya Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).
CTL adalah pendekatan pembelajaran yang mengaitkan materi pelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa, sehingga siswa lebih mudah memahami dan menginternalisasi materi. Guru sengaja memilih model ini untuk mengatasi kebosanan siswa yang kerap muncul saat belajar sejarah, terlebih topik yang dibahas adalah tokoh-tokoh besar dalam sejarah Islam — Empat Sahabat Nabi: Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
“Saya ingin siswa tidak hanya tahu nama dan sejarah singkat mereka, tapi juga mampu mengaitkan sifat, gaya kepemimpinan, dan keteladanan para sahabat dengan realitas kehidupan dan kepemimpinan saat ini,” ungkapnya.
Dalam kegiatan belajar ini, siswa tampak antusias. Mereka dibagi dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan peran masing-masing sahabat Nabi, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya dengan mengaitkannya pada situasi pemerintahan Indonesia masa kini. Tak hanya itu, siswa juga diajak membuat mind map dan simulasi kepemimpinan di kelas, menjadikan proses pembelajaran semakin interaktif dan aplikatif.
Kombinasi CTL dengan strategi lain seperti diskusi kelompok, presentasi interaktif, dan studi kasus membuat suasana kelas menjadi hidup dan jauh dari kesan membosankan. “Kelas hari ini benar-benar asyik, kami jadi lebih paham kenapa keempat sahabat Nabi itu dijuluki Khulafaur Rasyidin,” ujar salah satu siswa, penuh semangat.
Melalui pendekatan CTL, siswa tidak hanya menghafal fakta sejarah, tetapi juga belajar mengambil nilai-nilai kepemimpinan dan kebijakan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apriliandi berharap pendekatan ini dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan karakter siswa agar pelajaran sejarah tak lagi menjadi momok, melainkan menjadi jendela inspirasi dan pembentukan karakter.
Dengan keberhasilan hari ini, model CTL diharapkan bisa diterapkan di lebih banyak kelas dan mata pelajaran, sebagai bukti bahwa pembelajaran sejarah bisa menyenangkan dan bermakna.
(April/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2

.jpg)
.jpg)
