DAERAH
UMUM
18 Juni 2025
279
(April/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2
Ketat dan Penuh Pertimbangan, Rapat Kenaikan Kelas MTsN 2 Rejang Lebong Fokus pada Pembinaan Karakter
Rejang Lebong, (Humas) – MTsN 2 Rejang Lebong menggelar rapat kenaikan kelas tahun pelajaran 2024/2025 pada Rabu (18/6) yang berlangsung di ruang guru. Seluruh dewan guru dan staf hadir dalam rapat penting tersebut yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Wawan Herianto, S.Pd., MM. Suasana rapat berlangsung cukup alot dan penuh pertimbangan, mengingat kebijakan tahun ini tidak menetapkan kenaikan 100 persen bagi seluruh siswa.
Dalam sambutannya, Kamad menegaskan bahwa keputusan kenaikan kelas tidak hanya berdasarkan nilai akademik, namun juga mempertimbangkan aspek kehadiran dan akhlak siswa. “Madrasah ini tidak hanya mencetak siswa yang pintar, tapi juga yang berakhlak baik dan disiplin,” tegasnya di hadapan para guru.
Salah satu perdebatan mencuat saat pembahasan kelas VIII A. Wali Kelas VIII A, Ibu Yesi Elmasari, S.Pd., dengan gigih membela dua siswa bimbingannya yang sebelumnya diusulkan tidak naik kelas. Setelah melalui proses musyawarah yang cukup panjang, diputuskan bahwa satu siswa tetap tidak naik kelas karena tidak masuk selama tiga bulan bahkan tidak mengikuti ujian akhir, sedangkan satu siswa lainnya diberi kesempatan naik bersyarat. Syarat tersebut adalah harus menunjukkan perubahan dalam sikap dan kehadiran selama tiga bulan ke depan, dengan pengawasan khusus dari wali kelas.
Sementara itu, Wali Kelas VIII B, Ibu Ade Sonnie A, S.Pd., juga mengupayakan agar seluruh siswanya naik kelas. Namun, terdapat satu siswa yang tidak mengikuti ujian akhir semester. Dengan berbagai pertimbangan dan telah menyelesaikan ujian secara susulan sebelum rapat, siswa tersebut diputuskan naik dengan status bersyarat.
Kondisi serupa juga terjadi di kelas VII. Untuk kelas VII A, terdapat satu siswa yang naik bersyarat karena catatan kedisiplinan. Di kelas VII B, dua siswa dinaikkan dengan syarat harus memperbaiki kehadiran dan sikap selama tiga bulan ke depan, serta satu siswa dinaikkan dengan ketentuan pindah sekolah, karena dinilai lebih tepat untuk melanjutkan di lingkungan belajar yang berbeda.
Keputusan ini diambil secara kolektif dengan semangat mendidik dan membina, bukan sekadar menghukum. Rapat berakhir menjelang siang dengan penegasan dari kepala madrasah bahwa semua guru harus ikut memantau dan membina siswa-siswa yang dinaikkan bersyarat.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari pembinaan yang lebih serius. Mari kita jaga marwah madrasah dengan konsistensi dan ketulusan dalam mendidik,” tutup Bapak Wawan Herianto dalam arahannya.
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2



