Dua Guru MIN 1 Rejang Lebong Ikuti PDWK Pembelajaran Berdiferensiasi, Siap Terapkan Ilmu di Madrasah
Rejang Lebong
(Humas) ---- Dua guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong, yakni
Hilda Kurniati, S.Pd.SD, dan Randi Sefto Fanedi, S.Pd, mengikuti Pelatihan Di
Wilayah Kerja (PDWK) Pembelajaran Berdiferensiasi Angkatan ke-5 yang
diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang. Kegiatan ini
dimulai pada Selasa (01/07/2025) dan dilaksanakan secara daring melalui
aplikasi Zoom Meeting.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala
BDK Palembang, Dr. H. Saifudin, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, Saifudin
mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius dan penuh
semangat. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan momentum penting bagi
para guru untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman dalam menerapkan konsep
pembelajaran berdiferensiasi di lingkungan madrasah masing-masing.
“Kami harapkan semua peserta dapat mengikuti
seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ilmu yang didapatkan
nantinya akan sangat bermanfaat, bukan hanya untuk peningkatan diri, tetapi
juga dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan
masing-masing,” tegas Saifudin.
Hilda Kurniati yang juga menjabat sebagai
Koordinator Bidang Kurikulum MIN 1 Rejang Lebong mengungkapkan rasa syukur dan
antusiasmenya dapat mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat
relevan dengan kebutuhan pengembangan kualitas pembelajaran di madrasah,
khususnya dalam menerapkan prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta
didik.
“Kami berdua sangat berterima kasih atas
kepercayaan yang diberikan untuk mengikuti PDWK ini. Kami berkomitmen untuk
mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, baik daring maupun klasikal, dengan
maksimal agar ilmu yang diperoleh bisa langsung kami aplikasikan di MIN 1
Rejang Lebong,” ujar Hilda.
Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahap,
yaitu secara daring pada tanggal 1-4 Juli 2025 melalui Zoom Meeting, dan
dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka (klasikal) pada 8-10 Juli 2025 yang
akan dipusatkan di MAN Rejang Lebong. Selama pelatihan, peserta juga diwajibkan
memanfaatkan aplikasi Simdiklat dan PJJ (Pelatihan Jarak Jauh) untuk keperluan
absensi, akses materi, pengiriman tugas, serta pelaksanaan ujian.
Pada hari pertama pelatihan, peserta
mendapatkan materi dari Widya Iswara BDK Palembang, Dr. Marzal, M.Pd. Dalam
paparannya, Marzal mengajak seluruh peserta yang berasal dari berbagai satuan
pendidikan, seperti MI, MTs, dan MA di wilayah Rejang Lebong, untuk membangun
komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Salah satu hal mendasar dalam implementasi
Kurikulum Merdeka adalah membangun Building Learning Commitment (BLC) di
tingkat satuan pendidikan. Pembelajaran berdiferensiasi menjadi bagian penting
dalam memenuhi kebutuhan belajar yang beragam dari peserta didik kita,” jelas
Marzal.
Dengan mengikuti PDWK ini, kedua guru MIN 1
Rejang Lebong berkomitmen untuk menjadi agen perubahan di madrasah, khususnya
dalam hal penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang menyesuaikan dengan
karakteristik, minat, dan kebutuhan peserta didik. Randi Sefto Fanedi, salah
satu peserta, juga menyampaikan harapannya agar ilmu yang diperoleh tidak hanya
meningkatkan kompetensi pribadi, tetapi juga dapat dibagikan kepada rekan guru
lainnya.
“Kami berharap apa yang kami dapatkan dari
pelatihan ini bisa kami tularkan ke rekan-rekan guru di MIN 1 Rejang Lebong.
Dengan begitu, madrasah kita bisa bersama-sama bergerak menuju pembelajaran
yang lebih inklusif, efektif, dan sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka,”
ungkap Randi penuh optimisme.
Pihak madrasah juga memberikan dukungan penuh
kepada para peserta, dengan harapan keikutsertaan ini akan membawa dampak
positif bagi peningkatan mutu pendidikan di MIN 1 Rejang Lebong, sekaligus
mendukung terwujudnya madrasah yang unggul, berkualitas, dan adaptif terhadap
perkembangan zaman.
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



.jpg)