NASIONAL
PENDIDIKAN
03 Juli 2025
820
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1
MIN 1 Rejang Lebong Semangat Ikuti Hari Ketiga PDWK, Fokus Dalami Desain Pembelajaran Berdiferensiasi
Rejang Lebong (Humas) — Dua guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong, Hilda Kurniati, S.Pd.SD, dan Randi Sefto Fanedi, S.Pd, terus menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) Pembelajaran Berdiferensiasi Angkatan ke-5 yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang. Pada hari ketiga pelatihan yang berlangsung Kamis, (03/07/2025), para peserta diajak mendalami materi penting terkait Desain Pembelajaran Berdiferensiasi.
Pelatihan ini diisi oleh Dr. Agustina, M.Pd selaku Widya Iswara BDK Palembang. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya guru memahami konsep dan praktik pembelajaran berdiferensiasi di kelas sebagai upaya memenuhi kebutuhan belajar yang beragam. "Guru tidak boleh menyamaratakan kemampuan dan karakter siswa. Melalui desain pembelajaran berdiferensiasi, kita dapat merancang pembelajaran sesuai kesiapan, minat, dan profil belajar masing-masing siswa," terang Agustina dalam paparannya.
Suasana pelatihan berlangsung seru dan interaktif. Para peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan seperti MI, MTs, dan MA di wilayah Rejang Lebong terlihat antusias saat diajak berdiskusi. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah diskusi kelompok tentang contoh desain pembelajaran berdiferensiasi, yang kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok dan mendapatkan tanggapan dari kelompok lainnya.
Menurut Hilda Kurniati, S.Pd.SD, salah satu peserta dari MIN 1 Rejang Lebong, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang inklusif dan berpusat pada siswa. "Materi ini membuka wawasan kami tentang bagaimana merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Kami juga termotivasi untuk lebih kreatif dalam mengelola kelas," ujarnya.
Senada dengan itu, Randi Sefto Fanedi, S.Pd, juga mengapresiasi metode penyampaian materi oleh narasumber yang dinilainya menarik dan mudah dipahami. "Kegiatan diskusi kelompok sangat efektif. Kami tidak hanya menerima materi, tetapi juga praktik langsung menyusun desain pembelajaran berdiferensiasi yang aplikatif," ungkapnya.
PDWK ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu daring pada tanggal 1-4 Juli 2025 melalui Zoom Meeting, serta pertemuan tatap muka atau klasikal yang akan dilangsungkan pada 8-10 Juli 2025 bertempat di MAN Rejang Lebong. Selama kegiatan daring, peserta juga diwajibkan menggunakan aplikasi Simdiklat dan PJJ (Pelatihan Jarak Jauh) untuk keperluan absensi, mengakses materi, mengerjakan tugas, hingga mengikuti ujian.
Melalui pelatihan ini, diharapkan guru-guru yang terlibat dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di madrasah masing-masing, sehingga mampu menciptakan proses belajar yang lebih efektif, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
(Randi Sefto Fanedi, S.Pd/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



.jpg)