"Rabu Fiqih" :Sharing Time Bersama KUA Curup Selatan
Rejang Lebong (Humas) ---- Ada
yang berbeda di Kantor Urusan Agama (KUA) Curup Selatan setiap hari Rabu pekan
ke-2 dan ke-3. Ruang pertemuan yang biasanya hening, berubah menjadi ruang
dialog hangat, penuh semangat tukar pikiran. Dipimpin langsung oleh Kepala KUA,
Samijan, S.Ag., M.H.I., bersama para Penyuluh Agama Islam, kegiatan ini menjadi
rutinitas penting dalam menjawab persoalan-persoalan umat yang semakin
kompleks.
Kegiatan yang dikenal dengan sebutan “Rabu
Fiqih” ini bukan sekadar diskusi biasa. Ini adalah ruang
refleksi dan kajian mendalam yang membahas berbagai isu yang berkembang di
masyarakat, terutama terkait masalah fikih seperti pernikahan, waris, muamalah,
hingga problem sosial keagamaan lainnya.
“Kegiatan ini kami rancang sebagai bentuk ikhtiar menjawab
kebutuhan masyarakat. Banyak permasalahan yang butuh panduan fikih yang kuat
namun juga kontekstual,” ujar Samijan, Kepala KUA Curup Selatan, Rabu (9/7).
Para penyuluh agama yang sehari-hari turun langsung ke tengah
masyarakat turut berbagi pengalaman, sekaligus menyampaikan berbagai persoalan
yang mereka hadapi di lapangan. Dari masalah pernikahan siri, pemahaman zakat,
hingga polemik hukum waris modern semuanya dibahas dengan pendekatan ilmiah dan
disesuaikan dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Tusmi Rahayu salah satu Penyuluh Agama Islam, menyampaikan bahwa
kegiatan ini sangat membantu dirinya dalam memperkuat argumentasi ketika
memberikan bimbingan kepada masyarakat. “Kami merasa tidak sendiri. Setiap
masalah bisa kami bahas bersama, cari solusinya, lalu kami aplikasikan dalam
bimbingan di lapangan,” ungkapnya.
Tak jarang, diskusi ini juga menghasilkan rekomendasi atau
strategi dakwah baru yang kemudian diterapkan dalam berbagai program penyuluhan
agama.
Selain sebagai ajang peningkatan kapasitas, “Rabu Fiqih” ini
juga memperkuat sinergi internal KUA Curup Selatan, yang terus berkomitmen
menjadi garda terdepan pelayanan umat.
Kegiatan ini pun direncanakan untuk terus dikembangkan, dengan
membuka ruang bagi tokoh masyarakat atau bahkan akademisi untuk turut serta
dalam diskusi ke depan.
“Semoga ini menjadi inspirasi bagi KUA lain. Bahwa persoalan
fikih bukan hanya untuk dibahas di ruang kuliah, tetapi juga harus hidup dan
menjawab persoalan nyata umat,” pungkas Samijan.
Hastag : #kuacurupselatan #diskusi #sharingtime #penyuluhagama #penyuluhbergerak #kepalakua #rabufiqh
From : KUA Curup Selatan


.jpg)
.jpg)