Guru MIN 1 Rejang Lebong Sukses Terapkan Pembelajaran Berdiferensiasi, Siap Implementasi di Madrasah
Rejang Lebong
(Humas) ---- Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong
menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam mengembangkan kualitas pembelajaran
melalui penerapan praktik pembelajaran berdiferensiasi. Hal ini tampak dalam
Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) yang diselenggarakan oleh Balai Diklat
Keagamaan (BDK) Palembang, yang berlangsung secara klasikal di MAN Rejang
Lebong pada Rabu (09/07/2025).
Salah satu peserta, Randi Sefto Fanedi, S.Pd.
berhasil menunjukkan kemampuannya dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi
pada sesi praktik mengajar. Dalam mata pelajaran Bahasa Arab yang dibawakannya,
Randi menyusun desain ajar sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
berdiferensiasi yang telah dipelajari. Di hadapan Dr. Agustina, M.Pd. selaku
widyaiswara dari BDK Palembang, serta para peserta lainnya, Randi tampil
percaya diri dan berhasil menyampaikan materi dengan pendekatan yang adaptif
terhadap kebutuhan siswa.
“Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi kami
para guru. Kami jadi lebih peka terhadap kebutuhan belajar siswa. Tidak semua
anak bisa diajar dengan cara yang sama. Kami perlu memberi ruang bagi setiap
siswa untuk berkembang sesuai potensinya,” ujar Randi saat diwawancarai usai
sesi praktik.
Pembelajaran berdiferensiasi sendiri merupakan
pendekatan yang menyesuaikan materi, proses, dan produk pembelajaran
berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa. Pendekatan ini
bertujuan menciptakan suasana kelas yang lebih inklusif dan mendorong setiap
peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Hilda Kurniati, S.Pd.SD. salah satu guru MIN 1
Rejang Lebong yang turut serta dalam pelatihan ini, menambahkan bahwa praktik
langsung selama pelatihan sangat membantu dalam memahami implementasi konsep
diferensiasi. “Pelaksanaan praktik ini membuktikan bahwa guru-guru MIN 1 Rejang
Lebong mampu menerapkan teori yang dipelajari. Ini menjadi bekal berharga saat
kembali ke madrasah, terlebih dalam menyambut tahun ajaran baru 2025/2026,”
ungkapnya.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta
yang terdiri dari guru dan kepala madrasah tingkat MI, MTs, dan MA se-Kabupaten
Rejang Lebong. Melalui kegiatan ini, para pendidik dibimbing untuk merancang
strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala MIN
1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I. menyampaikan apresiasinya
atas antusiasme dan partisipasi para guru dalam kegiatan PDWK ini. “Kami bangga
atas semangat para guru MIN 1 yang aktif mengikuti pelatihan. Semoga ilmu yang
diperoleh bisa langsung diterapkan di kelas, sehingga pembelajaran menjadi
lebih bermakna dan menyentuh setiap siswa,” ujarnya.
Dengan bekal pengetahuan dan praktik yang
diperoleh, para guru MIN 1 Rejang Lebong kini optimis dapat menerapkan nilai
tambah dalam proses pembelajaran atau yang mereka sebut sebagai nati (nilai
tambah ketika belajar). Langkah ini merupakan bagian dari visi madrasah untuk menciptakan
lingkungan belajar yang responsif, inspiratif, dan ramah bagi semua peserta
didik.
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1


.jpg)
.jpg)