NASIONAL
PENDIDIKAN
10 Juli 2025
490
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1
Guru MIN 1 Rejang Lebong Tuntaskan PDWK Pembelajaran Berdiferensiasi, Siap Implementasi di Madrasah
Rejang Lebong (Humas) – Guru MIN 1 Rejang Lebong resmi menuntaskan Pelatihan di Wilayah Kerja (PDWK) Pembelajaran Berdiferensiasi Angkatan 5 yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang. Penutupan pelatihan berlangsung pada Kamis (10/07/2025) di MAN Rejang Lebong, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah berjalan intensif selama enam hari.
PDWK ini mengusung konsep blended learning, yaitu kombinasi antara pembelajaran daring melalui Zoom meeting dan klasikal secara tatap muka. Pelatihan dimulai sejak awal Juli 2025 dan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari guru dan kepala madrasah jenjang MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Rejang Lebong. MIN 1 Rejang Lebong sendiri mengirimkan dua guru terbaiknya, yakni Hilda Kurniati, S.Pd.SD dan Randi Sefto Fanedi, S.Pd.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Materi yang diberikan meliputi penyusunan modul ajar, asesmen diagnostik, serta penerapan strategi pembelajaran berdasarkan gaya belajar, minat, dan kesiapan peserta didik. Hal ini diharapkan dapat mendorong terciptanya suasana belajar yang lebih inklusif dan berpihak pada siswa.
Salah satu peserta pelatihan, Hilda Kurniati, S.Pd.SD, menyampaikan antusiasmenya usai mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. “Setelah mengikuti pelatihan ini, saya merasa lebih siap untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Pendekatan ini sangat relevan dengan kondisi nyata peserta didik di madrasah,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru mengenai pentingnya memahami karakteristik unik tiap siswa.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, yang memberikan apresiasi atas keberhasilan para guru dalam menyelesaikan pelatihan. “Saya berharap seluruh guru dapat mengaplikasikan pembelajaran berdiferensiasi secara konsisten demi menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif dan bermakna,” ujarnya. Menurutnya, pelatihan semacam ini sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, MIN 1 Rejang Lebong semakin percaya diri untuk menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi dalam proses belajar mengajar. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta menciptakan semangat belajar yang lebih tinggi. Selain itu, pelatihan ini turut membangun semangat kolaboratif antarguru dalam merancang pembelajaran yang lebih fleksibel, humanis, dan menyenangkan.
MIN 1 Rejang Lebong terus berkomitmen untuk menjadi madrasah yang adaptif terhadap kebutuhan zaman dan responsif terhadap keberagaman peserta didik. Implementasi hasil PDWK ini akan menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi madrasah sebagai tempat belajar yang ramah, inklusif, dan berkualitas.
(Randi Sefto Fanedi, S.Pd/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1


.jpg)
.jpg)