DAERAH
UMUM
21 Juli 2025
188
Hastag : #pppkkuabinduriangsiapbergerak
From : KUA Binduriang
KUA Binduriang: Menikah Tak Sekadar Cinta, Perlu Ilmu dan Persiapan
Rejang Lebong (Humas) --- Penyuluh Agama KUA Binduriang Diana Erlina, S.Sos. Fauzan, S.Sos.I., Romadon, S.Pd. dan Zulkarnain, S.Ag. kembali menggelar kegiatan bimbingan pra-nikah bagi calon pengantin (catin) pada Senin (21/7/2025). Kegiatan yang dihadiri oleh tiga pasangan calon pengantin Wauk dan Deri dari Desa Taba Padang, Dira dan Bagas dari Desa Kampung Jeruk serta Three dan Okta dari Desa Kepala Curup. Kegitan catin ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya persiapan yang matang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Acara ini dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Binduriang, H. Fauzan, S.Sos.I. yang dalam penyampaiannya menekankan bahwa pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga membutuhkan ilmu, kesiapan mental, dan pemahaman tentang tanggung jawab. “Menikah itu bukan hanya tentang perasaan, namun juga komitmen jangka panjang yang membutuhkan persiapan dari berbagai sisi, baik fisik, mental, maupun spiritual,” ujar Fauzan
Zulkarnain menambahkan bahwa kegiatan bimbingan ini juga bertujuan untuk mengurangi angka perceraian yang semakin tinggi, dengan memberikan edukasi tentang kehidupan rumah tangga yang harmonis. “Sering kali, pasangan yang baru menikah tidak siap menghadapi tantangan dalam kehidupan pernikahan, padahal mereka bisa mempersiapkan banyak hal sebelum menikah,” lanjutnya.
Dalam materi yang disampaikan, penyuluh agama ini menjelaskan tentang hak dan kewajiban suami-istri menurut perspektif agama, serta pentingnya komunikasi yang baik dalam membangun hubungan rumah tangga yang sehat. Selain itu, peserta juga diberi pemahaman mengenai peran keluarga dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.
Para peserta bimbingan, yang sebagian besar berasal dari wilayah sekitar Binduriang, menyambut baik acara ini. Salah seorang calon pengantin, Deri, mengungkapkan kegembiraannya bisa mengikuti kegiatan ini. “Kami merasa lebih siap setelah mengikuti bimbingan ini, karena ternyata pernikahan bukan hanya soal cinta, tapi juga membutuhkan kesiapan mental dan pengetahuan yang cukup,” katanya.
Bimbingan pra-nikah ini menjadi agenda rutin KUA Binduriang dalam rangka membimbing dan mempersiapkan calon pengantin agar lebih matang dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Di akhir acara, Diana juga memberikan nasihat agar setiap pasangan selalu menjaga keharmonisan dan kedamaian dalam rumah tangga melalui komunikasi yang baik dan saling menghargai.
Dengan kegiatan ini, KUA Binduriang berharap dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya pendidikan pranikah, sehingga kehidupan pernikahan bisa berjalan dengan lebih lancar dan harmonis.
(Diana Erlina/Edwinsya)
Acara ini dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Binduriang, H. Fauzan, S.Sos.I. yang dalam penyampaiannya menekankan bahwa pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga membutuhkan ilmu, kesiapan mental, dan pemahaman tentang tanggung jawab. “Menikah itu bukan hanya tentang perasaan, namun juga komitmen jangka panjang yang membutuhkan persiapan dari berbagai sisi, baik fisik, mental, maupun spiritual,” ujar Fauzan
Zulkarnain menambahkan bahwa kegiatan bimbingan ini juga bertujuan untuk mengurangi angka perceraian yang semakin tinggi, dengan memberikan edukasi tentang kehidupan rumah tangga yang harmonis. “Sering kali, pasangan yang baru menikah tidak siap menghadapi tantangan dalam kehidupan pernikahan, padahal mereka bisa mempersiapkan banyak hal sebelum menikah,” lanjutnya.
Dalam materi yang disampaikan, penyuluh agama ini menjelaskan tentang hak dan kewajiban suami-istri menurut perspektif agama, serta pentingnya komunikasi yang baik dalam membangun hubungan rumah tangga yang sehat. Selain itu, peserta juga diberi pemahaman mengenai peran keluarga dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.
Para peserta bimbingan, yang sebagian besar berasal dari wilayah sekitar Binduriang, menyambut baik acara ini. Salah seorang calon pengantin, Deri, mengungkapkan kegembiraannya bisa mengikuti kegiatan ini. “Kami merasa lebih siap setelah mengikuti bimbingan ini, karena ternyata pernikahan bukan hanya soal cinta, tapi juga membutuhkan kesiapan mental dan pengetahuan yang cukup,” katanya.
Bimbingan pra-nikah ini menjadi agenda rutin KUA Binduriang dalam rangka membimbing dan mempersiapkan calon pengantin agar lebih matang dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Di akhir acara, Diana juga memberikan nasihat agar setiap pasangan selalu menjaga keharmonisan dan kedamaian dalam rumah tangga melalui komunikasi yang baik dan saling menghargai.
Dengan kegiatan ini, KUA Binduriang berharap dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya pendidikan pranikah, sehingga kehidupan pernikahan bisa berjalan dengan lebih lancar dan harmonis.
Hastag : #pppkkuabinduriangsiapbergerak
From : KUA Binduriang

.jpg)
.jpg)
.jpg)