DAERAH
UMUM
28 Juli 2025
235
Hastag : PPPK 2025 kua BUR
From : KUA Bermni Ulu Raya
Penyuluh Agama Kupas Tuntas Salat Jamak dan Dosa Syirik di MT Izzatun Nisa
Rejang Lebong (Humas) --- Penyuluh Agama Islam PPPK KUA (kantor Urusan Agama)Kecamatan Bermani Ulu Raya, Ritsa Sindika, kembali melaksanakan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Izzatun Nisa, Desa Bangun Jaya, jum’at (25/7/2025), pukul 14.30 sampai selesai, dalam kesempatan ini, Ritsa membawakan dua topik penting sekaligus, yakni kelanjutan materi salat jamak dan bahaya dosa syirik dalam Islam.
Kegiatan yang dihadiri oleh anggota majelis taklim ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusias. Ritsa menyampaikan bahwa salat jamak merupakan salah satu keringanan (rukhshah) yang diberikan Allah SWT kepada umat Islam yang sedang dalam perjalanan (safar), sakit, atau dalam kondisi tertentu yang menyulitkan untuk melaksanakan salat tepat waktu.
"Jamak dan qasar itu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Tapi tetap harus dipahami syarat dan ketentuannya agar tidak keliru dalam pelaksanaan," ujar Ritsa dalam penjelasannya.
Setelah menyelesaikan kajian fikih, Ritsa melanjutkan penyuluhan dengan materi akidah, yaitu tentang bahaya syirik. Ia menekankan bahwa syirik adalah dosa terbesar yang tidak diampuni jika tidak bertaubat sebelum meninggal dunia, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa: 48.
"Syirik itu tidak hanya menyembah berhala. Menggantungkan harapan kepada selain Allah, percaya pada jimat, dukun, atau benda-benda keramat juga termasuk syirik," jelasnya.
Pemaparan yang diselingi dengan diskusi dan tanya jawab membuat suasana semakin hidup. Para jamaah merasa bersyukur bisa mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin penyuluhan agama oleh KUA Bermani Ulu Raya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan majelis taklim.
(LAILIYA RAHMAN/Edwinsya)
Kegiatan yang dihadiri oleh anggota majelis taklim ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusias. Ritsa menyampaikan bahwa salat jamak merupakan salah satu keringanan (rukhshah) yang diberikan Allah SWT kepada umat Islam yang sedang dalam perjalanan (safar), sakit, atau dalam kondisi tertentu yang menyulitkan untuk melaksanakan salat tepat waktu.
"Jamak dan qasar itu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Tapi tetap harus dipahami syarat dan ketentuannya agar tidak keliru dalam pelaksanaan," ujar Ritsa dalam penjelasannya.
Setelah menyelesaikan kajian fikih, Ritsa melanjutkan penyuluhan dengan materi akidah, yaitu tentang bahaya syirik. Ia menekankan bahwa syirik adalah dosa terbesar yang tidak diampuni jika tidak bertaubat sebelum meninggal dunia, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa: 48.
"Syirik itu tidak hanya menyembah berhala. Menggantungkan harapan kepada selain Allah, percaya pada jimat, dukun, atau benda-benda keramat juga termasuk syirik," jelasnya.
Pemaparan yang diselingi dengan diskusi dan tanya jawab membuat suasana semakin hidup. Para jamaah merasa bersyukur bisa mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin penyuluhan agama oleh KUA Bermani Ulu Raya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan majelis taklim.
Hastag : PPPK 2025 kua BUR
From : KUA Bermni Ulu Raya



