Lestarikan Budaya Lokal, Penyuluh Agama Islam Curup Tengah Ajarkan Seni Rebana
Rejang Lebong (Humas) - Upaya pelestarian budaya lokal terus digalakkan oleh
berbagai pihak, termasuk para penyuluh agama. Salah satunya dilakukan oleh
Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Tengah,
Kabupaten Rejang Lebong, yang secara aktif mengajarkan seni rebana kepada
ibu-ibu Majelis Taklim Nur Sa’adah Desa Air Merah Kec. Curup Tengah (30/07).
Kegiatan
pelatihan rebana ini rutin dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat
sekaligus sarana dakwah melalui kesenian. Rebana, sebagai alat musik
tradisional yang lekat dengan budaya Islam di Indonesia, menjadi sarana efektif
untuk mempererat ukhuwah serta melestarikan warisan budaya daerah.
Menurut
Penyuluh Agama Islam Curup Tengah Mariyati, S.Pd.I, pelatihan ini tidak hanya
bertujuan mengembangkan keterampilan seni ibu-ibu majelis taklim, tetapi juga
menanamkan nilai-nilai keislaman melalui syair-syair religius yang dibawakan
saat memainkan rebana.
“Kami
ingin kesenian seperti rebana tetap hidup di tengah masyarakat, terutama
generasi muda. Dengan melibatkan ibu-ibu majelis taklim, diharapkan seni ini
bisa diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.
Kegiatan
ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Air Merah. Banyak peserta
mengaku senang bisa mempelajari seni rebana secara langsung dan merasa lebih
terlibat dalam kegiatan keagamaan yang dikemas secara kreatif.
Kepala
KUA Curup Tengah H. Bulkis, S.Th.I, MHI turut mengapresiasi inisiatif para
penyuluh. Ia menyatakan bahwa pelatihan semacam ini sejalan dengan program
pembinaan keagamaan dan pelestarian budaya lokal yang menjadi bagian dari tugas
Kementerian Agama.
Dengan
semangat kebersamaan dan cinta budaya, diharapkan kegiatan ini mampu mencetak
generasi yang religius, kreatif, dan tetap menghargai tradisi daerah.
Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#LestarikanBudayaLokal#
From : KUA Curup Tengah

.jpg)

.jpg)