DAERAH
UMUM
30 Juli 2025
90
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2
Kolaborasi Guru MTsN 2 Rejang Lebong dan Mahasiswa IAIN Curup Terapkan Strategi Kontekstual: Siswa Antusias, Pembelajaran Menarik dan Aktif
Rejang Lebong (Humas) --- Kolaborasi positif antara guru MTsN 2 Rejang Lebong dan mahasiswa IAIN Curup berhasil menciptakan suasana belajar yang aktif, menarik, dan kontekstual di ruang kelas pada Rabu, (30/7). Mahasiswa IAIN Curup, Jesilia Puspa Anggraini, yang tengah menyelesaikan tugas akhir studinya pada program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), melakukan penelitian lapangan di MTsN 2 Rejang Lebong Kelas Jauh (filial) yang berlokasi di Desa Pahlawan, tepatnya di belakang Makam Pahlawan. Penelitian tersebut difokuskan pada penerapan strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).
Dalam pelaksanaan penelitian ini, Jesilia menggandeng guru SKI MTsN 2 Rejang Lebong, Apriliandi, M.Pd. yang turut menerapkan strategi pembelajaran kontekstual dalam kegiatan belajar mengajar di semua kelas 7, 8, dan 9C. Menurut Apriliandi, strategi ini bukan hal baru, namun keberadaan peneliti membantu memperluas eksplorasi penerapannya. “Strategi pembelajaran kontekstual sudah sering saya terapkan, tapi dengan adanya pendampingan penelitian ini, saya jadi lebih terarah dalam merancang kegiatan belajar yang benar-benar bisa mengaktifkan siswa dan mengaitkannya dengan realitas kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Jesilia menilai, guru Apriliandi telah menerapkan seluruh unsur penting dalam strategi kontekstual, seperti konstruktivisme, pemodelan, refleksi, pembelajaran berbasis inkuiri, hingga penilaian autentik. “Pak April bukan hanya menjadi mitra penelitian saya, tapi juga guru panutan yang telah mempraktekkan teori CTL secara konsisten. Ini sangat membantu saya menyelesaikan tugas akhir saya di kampus,” ungkap Jesilia.
Dari hasil pengamatan dan wawancara langsung, diketahui bahwa siswa sangat antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Mereka menjadi lebih aktif berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta mampu menghubungkan materi SKI dengan konteks kehidupan sehari-hari mereka. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi positif antara dunia akademik dan praktik lapangan, yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
(April/Edwinsya)
Dalam pelaksanaan penelitian ini, Jesilia menggandeng guru SKI MTsN 2 Rejang Lebong, Apriliandi, M.Pd. yang turut menerapkan strategi pembelajaran kontekstual dalam kegiatan belajar mengajar di semua kelas 7, 8, dan 9C. Menurut Apriliandi, strategi ini bukan hal baru, namun keberadaan peneliti membantu memperluas eksplorasi penerapannya. “Strategi pembelajaran kontekstual sudah sering saya terapkan, tapi dengan adanya pendampingan penelitian ini, saya jadi lebih terarah dalam merancang kegiatan belajar yang benar-benar bisa mengaktifkan siswa dan mengaitkannya dengan realitas kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Jesilia menilai, guru Apriliandi telah menerapkan seluruh unsur penting dalam strategi kontekstual, seperti konstruktivisme, pemodelan, refleksi, pembelajaran berbasis inkuiri, hingga penilaian autentik. “Pak April bukan hanya menjadi mitra penelitian saya, tapi juga guru panutan yang telah mempraktekkan teori CTL secara konsisten. Ini sangat membantu saya menyelesaikan tugas akhir saya di kampus,” ungkap Jesilia.
Dari hasil pengamatan dan wawancara langsung, diketahui bahwa siswa sangat antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Mereka menjadi lebih aktif berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta mampu menghubungkan materi SKI dengan konteks kehidupan sehari-hari mereka. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi positif antara dunia akademik dan praktik lapangan, yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2

.jpg)

.jpg)