DAERAH
UMUM
31 Juli 2025
1448
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2
Wali Kelas MTsN 2 Rejang Lebong Bantu Siswa yang Belum Bisa Mengaji: Wujud Nyata Program Baru Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an
Rejang Lebong (Humas) --- Rabu (30/7/2025) dengan semangat mewujudkan madrasah yang unggul dalam nilai-nilai keislaman, MTsN 2 Rejang Lebong terus berinovasi dalam program pembinaan karakter dan keagamaan peserta didik. Salah satu program baru yang ditekankan oleh Kepala Madrasah, Bapak Wawan Herianto, S.Pd., M.Pd. adalah pemberantasan siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Program ini menjadi amanah khusus yang disampaikan beliau kepada seluruh wali kelas dalam rapat perdana awal tahun ajaran 2025/2026 yang digelar secara terpisah.
Dalam arahannya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa seluruh wali kelas harus mengambil peran aktif dalam mendampingi siswa di kelasnya masing-masing agar tidak ada lagi siswa yang buta huruf Al-Qur’an. “Wali kelas tidak hanya bertanggung jawab pada tata tertib dan absensi, tapi juga menjadi garda terdepan dalam pembinaan akhlak dan keagamaan siswa, terutama dalam kemampuan membaca Al-Qur’an,” ujarnya.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, sejumlah wali kelas langsung bergerak cepat menjalankan program ini. Salah satunya Ropal Astiawan, S.Pd. wali kelas IX B, yang terlihat sedang mendampingi salah satu siswanya, Reno, dalam belajar membaca Iqro’. dengan sabar, beliau membimbing Reno dari tahap awal. “Kalau ingin bisa mengaji, harus mulai dari bawah dulu. Tidak boleh malu, yang penting semangat belajar,” ujar Ropal penuh motivasi.
Kegiatan serupa juga berlangsung di beberapa kelas lainnya. Para wali kelas menerapkan berbagai metode pembelajaran sesuai karakter siswa. Ada yang menggunakan sistem bandongan (kelompok kecil secara bersama-sama), ada pula yang menggunakan metode perorangan, seperti yang dilakukan Pak Ropal. Sementara itu, bagi siswa yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, beberapa wali kelas langsung mengarahkan pada kegiatan praktik hafalan atau tahfidz.
Program ini mendapat tanggapan positif dari para siswa. Mereka tampak antusias dan merasa diperhatikan oleh wali kelas mereka. Tidak sedikit siswa yang sebelumnya malu untuk belajar mengaji, kini justru bersemangat karena merasa didampingi langsung oleh guru yang mereka kenal dekat.
Dengan terlaksananya program ini, MTsN 2 Rejang Lebong berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam aspek spiritual. Kepala madrasah pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali kelas yang telah menjalankan amanah dengan sepenuh hati. “Mari bersama kita tuntaskan buta huruf Al-Qur’an di madrasah ini. Madrasah hebat dimulai dari siswa yang cinta dan bisa membaca Al-Qur’an,” tegasnya.
Program inipun akan terus dievaluasi dan ditingkatkan secara berkala sebagai bagian dari visi madrasah religius, berkarakter, dan unggul.
(April/Edwinsya)
Dalam arahannya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa seluruh wali kelas harus mengambil peran aktif dalam mendampingi siswa di kelasnya masing-masing agar tidak ada lagi siswa yang buta huruf Al-Qur’an. “Wali kelas tidak hanya bertanggung jawab pada tata tertib dan absensi, tapi juga menjadi garda terdepan dalam pembinaan akhlak dan keagamaan siswa, terutama dalam kemampuan membaca Al-Qur’an,” ujarnya.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, sejumlah wali kelas langsung bergerak cepat menjalankan program ini. Salah satunya Ropal Astiawan, S.Pd. wali kelas IX B, yang terlihat sedang mendampingi salah satu siswanya, Reno, dalam belajar membaca Iqro’. dengan sabar, beliau membimbing Reno dari tahap awal. “Kalau ingin bisa mengaji, harus mulai dari bawah dulu. Tidak boleh malu, yang penting semangat belajar,” ujar Ropal penuh motivasi.
Kegiatan serupa juga berlangsung di beberapa kelas lainnya. Para wali kelas menerapkan berbagai metode pembelajaran sesuai karakter siswa. Ada yang menggunakan sistem bandongan (kelompok kecil secara bersama-sama), ada pula yang menggunakan metode perorangan, seperti yang dilakukan Pak Ropal. Sementara itu, bagi siswa yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, beberapa wali kelas langsung mengarahkan pada kegiatan praktik hafalan atau tahfidz.
Program ini mendapat tanggapan positif dari para siswa. Mereka tampak antusias dan merasa diperhatikan oleh wali kelas mereka. Tidak sedikit siswa yang sebelumnya malu untuk belajar mengaji, kini justru bersemangat karena merasa didampingi langsung oleh guru yang mereka kenal dekat.
Dengan terlaksananya program ini, MTsN 2 Rejang Lebong berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam aspek spiritual. Kepala madrasah pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali kelas yang telah menjalankan amanah dengan sepenuh hati. “Mari bersama kita tuntaskan buta huruf Al-Qur’an di madrasah ini. Madrasah hebat dimulai dari siswa yang cinta dan bisa membaca Al-Qur’an,” tegasnya.
Program inipun akan terus dievaluasi dan ditingkatkan secara berkala sebagai bagian dari visi madrasah religius, berkarakter, dan unggul.
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2

.jpg)

.jpg)